Vitamin yang Berperan Penting dalam Proses Reproduksi Adalah?

Vitamin yang berperan penting dalam proses reproduksi adalah? – Vitamin merupakan kandungan penting dalam makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Diantaranya, terdapat vitamin yang berperan dalam proses reproduksi. Lantas, jenis vitamin apakah itu?

Nah, vitamin yang berperan penting dalam proses reproduksi adalah vitamin E.

Mengapa jawabanya vitamin E? Untuk menjawab itu, kita akan membahas lebih dalam satu persatu mengenai proses reproduksi dan vitamin E itu sendiri.

Proses reproduksi

Proses reproduksi berkaitan dengan masalah kesuburan. Kesuburan seseorang dipengaruhi oleh bagaimana organ reproduksinya bisa bekerja secara optimal. Hal ini juga berlaku pada pria dan wanita. Banyak faktor yang mempengaruhi kesuburan seseorang. Hal itu juga dipengaruhi dari keberhasilan pembuahan sel telur oleh sperma, serta bagaimana pertumbuhan janin bisa dilahirkan dalam keadaan normal dan sehat.

Salah satu yang mempengaruhi hal itu adalah asupan gizi dan kesehatan orang tersebut. Pada prinsipnya, seseorang yang menjalani pola makan dan hidup sehat, seperti mengkonsumsi makan bernutrisi seimbang, tentu memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik.

Lebih banyak variasi bahan makanan yang dikonsumsinya, tentu berpengaruh juga pada asupan gizi kesehatan tubuh dan reproduksinya.

Kesadaran untuk diet sehat juga tidak kalah penting. Selain itu, tidak mengkonsumsi makanan cepat saji atau junk food seperti burger, mie instan, dan fried chicken juga cukup berpengaruh. Untuk jangka panjangnya, hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan organ reproduksinya tersebut. Nah, salah satu vitamin yang berperan penting dalam proses reproduksi adalah vitamin E. Mengapa vitamin E?

Vitamin E

Vitamin E sangat penting untuk sistem reproduksi. Vitamin E mendukung produksi hormon sperma dan mencegah kerusakan pada DNA sperma. Studi penelitian menunjukkan jika kerusakan pada DNA sperma terjadi, maka hal itu bisa menyebabkan infertilitas.

Kerusakan bisa terjadi karena radikal bebas. Vitamin E inilah yang berperan sebagai zat antioksidan. Sehingga bisa mencegah terjadinya kerusakan pada DNA sperma tersebut.

Studi ini juga menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi vitamin E dua hari sebelum menstruasi secara terus menerus dan tiga hari setelah menstruasi, maka bisa membantu mengurangi rasa sakit menstruasi. Sumber utama vitamin E bisa didapatkan dari minyak tanaman, terutama gandum dan kecambah gandum seperti biji labu kuning.

Sedangkan minyak kelapa dan zaitun, justru hanya sedikit mengandung vitamin E. Kecukupan vitamin E harian seseorang beragam. Misalnya untuk usia 10-12 tahun membutuhkan 11 mg / hari, dan usia 13 hingga di atasnya bisa mencapai 15 mg / hari.

Nah, jadi jawaban dari vitamin yang berperan penting dalam proses reproduksi adalah vitamin E.