Viral Marketing Adalah Teknik Pemasaran yang Efektif saat Ini, Mengapa?

Beranda » Viral Marketing Adalah Teknik Pemasaran yang Efektif saat Ini, Mengapa?

Viral Marketing Adalah? Dr Ralph F. Wilson, seorang e-Commerce consultant, beranggapan istilah “viral marketing” mungkin terdengar offensive dan terkesan sebagai sesuatu hal yang berbahaya. Namun secara teknis, teknik pemasaran ini cukup efektif di era masiv-nya pengguna internet saat ini.

Teknik pemasaran ini juga menjadi andalan banyak brand untuk menarik attention audiens di media sosial. Menariknya, teknik ini ibarat shortcut atau cara cepat menaikan awareness sebuah brand secara cepat dan organik. Lantas, apa itu viral marketing dan bagaimana sistem pemasaran ini bekerja?

Pengertian viral marketing adalah?

Bagi seorang influencer ataupun brand, tentu ingin kontennya bisa terus “viral” di berbagai media sosial. Ibarat virus, konten viral ini akan menyebar dan menjangkit banyak orang.

Menurut Dr Ralph F. Wilson, viral marketing adalah strategi pemasaran produk dengan cara mendorong individu untuk menyampaikan konten atau pesan yang disampaikan influencer atau brand kepada individu lainnya secara berkelanjutan dan terus menyebar melalui media elektronik. Ibarat bola salju, konten akan terus menggulung dan membesar hingga menjadi trend dan diperbincangkan secara luas.

Dalam hal ini, jenis media sebagai saluran informasi yang digunakan adalah media sosial. Kemudian, konten tersebut akan disebarluaskan secara terus menerus agar audiens tetap terhubung dan berkembang. Seperti kerja sebuah virus komputer, viral marketing akan terus berkembang dan menduplikasikan dirinya sebanyak mungkin.

Dalam arti luas, viral marketing juga mengacu sebagai strategi pemasaran online melalui layanan jejaring sosial. Selain untuk meningkatkan awareness sebuah brand atau produk, viral marketing juga bertujuan sama seperti strategi pemasaran lainnya, yaitu meningkatkan nilai penjualan.

Prinsip viral marketing

Prinsip viral marketing adalah mendorong individu untuk menyampaikan pesan pemasaran kepada orang lainnya. Apa keuntungannya, tentu secara tidak langsung brand mendapatkan bantuan tim pemasaran gratis. Mengapa gratis? Ya, karena orang yang meneruskan konten atau pesan tersebut melakukannya secara sukarela. Dengan catatan, pesan tersebut harus menarik bagi dirinya.

Bagaimana viral marketing bekerja

Viral marketing yang sukses tentu harus bisa memberikan insentif bagi orang yang turut berpartisipasi membagikan konten atau pesan tersebut. Salah satu contoh insentif misalnya memberikan produk gratis atau promo. Contoh klasiknya adalah viral marketing Hotmail.com.

Hotmail.com memberikan layanan berbasis web email secara gratis. Pesan viral tersebut mereka sampaikan dengan menulis kalimat: “Dapatkan email pribadi, gratis di www.hotmail.com” pada setiap bagian bawah email hotmail yang terkirim.

Insentif tidak harus berhubungan dengan produk atau benda material. Bentuk non-material, misalnya seperti pesan dan video lucu juga termasuk bentuk insentif. Humor atau hal-hal yang dianggap menyenangkan juga bisa dibilang sebagai bentuk insentif. Lalu seperti apa insentif yang mereka dapatkan dari konten atau video lucu tersebut? Tentunya, mereka mendapatkan kesenangan atau hiburan.

Yang terpenting adalah mengetahui terlebih dahulu apa yang sebenarnya ingin dicapai dari viral marketing yang ingin dilakukan. Insentif tergantung pada tujuan, pesan dan kriteria penonton.

Faktor keberhasilan viral marketing

Profesor Andreas Kaplan dan Michael Haenlein menyatakan keberhasilan pemasaran viral harus memperhatikan media, orang yang bertindak, pesan, lingkungan dan waktu yang mendukung. Untuk lebih mudah dalam pembahasan, pembagian faktor akan dibagi kedalam kriteria berikut:

Jenis konten

Biasanya, jenis konten viral adalah video pendek, game interaktif, software, gambar, pesan teks, pesan email, halaman sebuah web ataupun situs-situs media sosial bahkan ebooks.

Viral marketing dengan ebook? Ya! Bukalapak.com pernah melakukannya. Bukalapak pernah membuat ebook yang memuat tips dan cara berjualan di Bukalapak. Bisa dibilang, mereka sedikit lebih maju karena disaat belum banyak startup melakukanya, mereka sudah memulainya terlebih dahulu.

Setelah bentuk konten ditentukan, maka konten akan diproduksi, kemudian dikirim ke audiens melalui jejaring media sosial.

Audiens yang tertarik dan relate dengan pesan dari konten tersebut kemudian akan membagikannya di media sosial miliknya. Teman atau follower-nya yang tertarik kemudian akan membagikannya juga ke media sosialnya atau mempostingnya di blog pribadinya.

Pengirim pesan yang tepat

Perhatikan siapa orang yang tepat yang bisa menyampaikan konten viral tersebut. Orang yang menyampaikan pesan haruslah memiliki kredibilitas sesuai brand atau produk yang dipasarkannya. Tentunya orang ini juga harus mempunyai jaringan sosial yang luas dan kuat. Hal ini agar terciptanya komunikasi yang efektif dan kepercayaan yang kuat di mata audiens.

Pengirim pesan yang tepat untuk viral marketing dibagi kedalam tiga kategori. Tiga kategori inilah juga yang mempengaruhi berhasil tidaknya pesan tersebut menjadi viral atau tidak. Siapa saja mereka?

Pakar atau ahli

Pakar atau ahli adalah individu atau spesialis yang memiliki pengetahuan dan kredibilitas tentang topik atau isu yang berhubungan dengan produk. Sebagai contoh, jika brand atau produk tersebut berhubungan dengan kecantikan, maka pakar yang tepat adalah dokter kecantikan. Begitu juga dengan gadget, atau otomotif, orang akan lebih percaya jika orang tersebut memiliki pengetahuan, pengalaman atau akademisi di bidang yang berhubungan.

Influencer

Mereka adalah orang dengan jumlah pengikut yang sangat besar di media sosial. Mereka juga sebagai konektor atau jembatan antara brand, isu dan audiens luas.

Tim internal

Tim internal adalah pihak dari brand itu sendiri. Pihak internal juga harus turut serta memperkuat viral marketing. Hal ini agar pendistribusian pesan lebih luas dan cepat.

Pihak internal dapat mempercepat viral marketing dengan ikut serta menyebarkan pesan melalui media popular lainnya. Atau, bisa juga menyampaikannya secara langsung melalui event atau kegiatan promosi personal lainnya.

Media sosial yang sesuai

Media sosial yang digunakan haruslah yang populer dan mudah diakses. Contoh media sosial yang populer misalnya, Twitter, Facebook, Instagram, atau TikTok.

Jika audiens yang ditargetkan adalah ibu rumah tangga, tentu sulit jika melakukan viral marketing di Twitter, bukan? Untuk itu, gunakanlah media sosial yang populer sesuai target market yang dipilih.

Bagaimana jika menggunakan Youtube? Konten dengan format video panjang memang lebih menarik dilihat, namun tidak semua audiens memiliki akses internet yang baik. Bahkan, jika terjadi buffering kemungkinan vidio tersebut akan di-close dan ditinggalkan begitu saja. Selain itu, tidak semua audiens mampu menangkap tujuan dan pesan jika menggunakan format video panjang. Akan lebih baik menggunakan jenis konten yang ringan dan singkat dengan pesan yang ringkas dan padat.

Pesan yang menarik

Keberhasilan konten viral dapat dilihat dari seberapa besar audiens tertarik untuk sharing kembali konten tersebut.

Pesan yang menarik haruslah yang mudah diingat. Hanya pesan yang mengesankan dan related dengan audiens yang akan diteruskan kembali dan berpotensi menjadi viral. Ide dan kreatifitas juga menjadi hal yang penting menjadi satu kesatuan komposisi pesan yang menarik.

Meski begitu, tidak semua viral marketing dapat berhasil. Pesan yang berkesan dan menarik pun tidak semuanya mendapat respon yang sama. Untuk itu, pesan haruslah unik dan memiliki ide original dan memotivasi penerima untuk berbagi dengan teman-teman dan jaringannya.

Momen dan waktu

Momen dan waktu yang tepat akan menentukan kesuksesan viral marketing tersebut. Orang-orang akan lebih sensitif terhadap momen yang sedang trend saat ini.Untuk itu, cari dan manfaatkanlah momen yang tepat untuk menyebarkan pesan ke audiens.

Cek juga, kapan sebaiknya konten tersebut di post atau didistribusikan di sosial media. Apakah saat jam makan siang, saat malam, atau mungkin saat pagi hari.

 Manfaat viral marketing bagi brand

Setelah memahami beberapa penjelasan tentang viral marketing, pertanyaan selanjutnya, sejauh mana viral marketing bisa membuat brand semakin dikenal?

Jawabannya relative. Tergantung siapa target audiensnya dan apa tujuannya.

Sebagai contoh, saat awal kemunculan Go-Jek. Mereka terbilang sukses melakukan viral marketing. Saat itu, mereka memanfaatkan isu pengemudi Go-jek dengan motor besar atau pengemudi Go-jek cantik.

Go-Jek pun berhasil mendapat antusias yang sangat besar dari para netizen tanah air. Banyak pengguna media sosial yang membagikan foto dan berita tersebut hingga media besar tanah air pun turut membahasnya.

Dari penjelasan dan pengertian viral marketing di atas, siapa brand, influencer atau digital agency yang sering membuat kamu terkesan dengan konten viral mereka.

Scroll to Top