Home » Pelajaran » Kewarganegaraan » Tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Ini Penjelasannya

Tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), Ini Penjelasannya

  • by

Tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat – Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi. Yaitu sistem pemerintahan yang berasas dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Kehadiran Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) juga merupakan salah satu bukti jika negara kita menganut sistem demokrasi. Mengapa? Kerana anggota DPR RI dipilih langsung oleh rakyat melalui mekanisme pemilihan umum yang dilakukan setiap lima tahun sekali.

Sebagai salah satu lembaga Negara yang dibuat untuk menampung dan menyalurkan aspirasi dan kepentingan rakyat, tentu DPR memiliki tugas dan wewenangnya sendiri. Lantas, apa saja tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI)?

Menurut pasal 20A ayat (1) UUD NKRI tahun 1945, di sana mengandung penjelasan mengenai fungsi tugas dan wewenang DPR. Di sana memuat 3 tugas dan wewenang DPR yang meliputi legislasi pembuat, penganggaran dan pengawasan undang-undang.

Pertama, fungsi DPR, memiliki tugas dan wewenang:

  1. Menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas)
  2. Menyusun dan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU)
  3. Menerima RUU yang diajukan oleh DPD
  4. Membahas RUU yang diusulkan oleh Presiden ataupun oleh DPD
  5. Menetapkan UU bersama dengan Presiden
  6. Menyetujui atau tidaknya peraturan pemerintah yang berfungsi sebagai pengganti UU (yang diajukan Presiden) untuk ditetapkan menjadi UU

Kedua,  fungsi anggaran, DPR memiliki tugas dan wewenang:

  1. Memberikan persetujuan atau tidaknya atas RUU tentang APBN (yang diajukan Presiden)
  2. Memperhatikan pertimbangan DPD atas RUU mengenai APBN dan RUU yang berhubungan dengan pajak, pendidikan dan agama
  3. Menindaklanjuti hasil dari pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan BPK
  4. Menyetujui atau tidaknya pemindahtanganan aset negara terhadap perjanjian yang memiliki dampak luas bagi kehidupan rakyat yang berkaitan dengan beban keuangan negara

Ketiga, fungsi pengawasan, DPR memiliki tugas dan wewenang:

  1. Melakukan pengawasan terhadap beberapa pelaksanaan UU, APBN serta kebijakan pemerintah
  2. Membahas dan turut menindaklanjuti hasil dari pengawasan yang disampaikan oleh DPD (Khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan UU otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, pengelolaan SDA dan SDE lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan dan agama)

Tugas dan wewenang DPR lainnya:

Menerima, menyerap, menghimpun, menampung serta menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan rakyat
Memberikan persetujuan pada Presiden, khususnya untuk: (1) tindakan militer seperti perang ataupun membuat perdamaian dengan Negara lain; (2) mengangkat dan memberhentikan anggota Komisi Yudisial.

  1. Memberikan beberapa pertimbangkan Presiden mengenai beberapa hal penting, seperti: (1) pemberian amnesti dan abolisi; (2) mengangkat duta besar dan menerima penempatan duta besar lain
  2. Memilih Anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD
  3. Menyetujui atau tidaknya Komisi Yudisial terkait calon hakim agung yang selanjutnya akan ditetapkan menjadi hakim agung oleh Presiden
  4. Memilih 3 (tiga) orang hakim konstitusi untuk diajukan ke Presiden

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai tugas dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI)