Home » Pelajaran » Kesenian » Tarian Kuda Lumping Berasal dari Daerah Mana?

Tarian Kuda Lumping Berasal dari Daerah Mana?

  • by
Tarian Kuda Lumping Berasal dari Daerah Mana

Kuda lumping atau yang juga dikenal dengan nama jaran kepang atau jathilan merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari:

Tarian kuda lumping berasal dari Ponorogo, Jawa Timur

Tarian tradisional ini Jawa menampilkan sekelompok prajurit menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang ditenun dan dipotong menyerupai bentuk kuda.

Anyaman kuda akan dihiasi kain dengan cat warna-warni. Tarian kuda lumping tidak hanya menampilkan adegan berkuda, tetapi beberapa penampilan lain seperti unjuk kekebalan yang dibumbui dengan pertunjukan magis, seperti atraksi memakan beling dan kebal terhadap cambuk.

Kuda lumping merupakan bagian dari pertunjukan tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh orang Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia, seperti di Malaysia.

Tari kuda lumping dimainkan dengan kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau kepang. Tak satupun dari catatan sejarah mampu menjelaskan asal usul tarian ini, sejarah ini hanya diwariskan secara lisan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ada yang menyatakan jika tarian kuda lumping merupakan bentuk apresiasi dan dukungan dari rakyat biasa terhadap Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda.

Ada juga versi yang mengatakan bahwa tarian kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah, yang dibantu oleh Sunan Kalijaga, melawan penjajah Belanda.

Versi lain mengatakan bahwa tarian ini bercerita tentang latihan perang yang dipimpin pasukan Raja Mataram menghadapi pasukan Belanda. Terlepas dari asal-usul dan nilai sejarah, tarian kuda lumping mencerminkan semangat kepahlawanan dan aspek militer dari pasukan berkuda atau kavaleri.

Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis dan agresif, dengan gerakan seperti kuda di tengah-tengah perang. Atraksi ini sering menampilkan atraksi berbau kesaktian magis, seperti atraksi mengunyah kaca, lengan disayat dengan parang, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain.

Mungkin, atraksi ini merefleksikan kekuatan supranatural di zaman kuno yang dikembangkan dalam kerajaan Jawa, dan aspek-aspek non-militer saat melawan pasukan Belanda.

Di Jawa Timur, seni ini juga akrab dengan masyarakat di beberapa daerah, seperti Malang, Nganjuk, Tulungagung, dan daerah lainnya. Tarian ini biasanya ditampilkan pada event-event tertentu, seperti menyambut tamu kehormatan, dan syukuran.

Dalam pementasannya, tidak perlu koreografi khusus ataupun peralatan gamelan Karawitan. Gamelan untuk mengiringi tarian kuda lumping cukup sederhana, hanya terdiri dari Kendang, Kenong, Gong, dan terompet dan suling.

Selain mengandung unsur hiburan, tari tradisional ini sering mengandung unsur ritual. Karena sebelum pertunjukan dimulai, biasanya pawang akan melakukan ritual untuk menjaga agar cuaca cerah mengingat pertunjukan biasanya dilakukan di lapangan terbuka.

Nah, itulah penjelasan mengenai tarian kuda lumping berasal dari daerah mana, maka jawabannya adalah Ponorogo, Jawa Timur.