wapt image 670

Siapa yang Membawa Budaya Hindu Budha Tersebut? Ini Penjelasannya

Siapa yang membawa budaya Hindu Budha tersebut? Hindu dan Budha berasal dari semenanjung India yang sekarang meliputi wilayah India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul di dua waktu yang berbeda (Hindu: ± 1500 SM, Buddha: ± 500 SM), namun dikembangkan di Indonesia pada waktu yang sama. Munculnya agama Hindu dan Budha di Indonesia berasal dari hubungan dagang antara pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan Nusantara.

Hubungan perdagangan antara Indonesia dengan para pedagang dari Budha – Hindu yang menyebabkan asimilasi budaya mereka, sehingga agama Hindu dan Buddha secara bertahap mulai tumbuh di Indonesia.

Kepulauan yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudera (Hindia dan Pasifik), memiliki lokasi yang sangat strategis di jalur perdagangan dunia pada waktu itu. Hal ini membuat pedagang asing dari negara lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering berhenti di Nusantara.

Pedagang asing tidak hanya tertarik untuk perdagangan di Indonesia. Mereka juga mendirikan interaksi sosial dan budaya dengan masyarakat setempat, jadi hal itu juga berpengaruh masuknya budaya mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh budaya Hindu dan Budha.

Teori dari siapa yang membawa budaya Hindu Budha tersebut

Sebenarnya ada beberapa teori yang diberikan oleh para ahli tentang persis yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, di sini adalah beberapa teori / hipotesis mengenai masuknya agama Hindu dan Budha di Indonesia.

1. Teori Brahmana

Teori diprakarsai oleh Van Leur menyatakan bahwa Hindu kasta Brahmanalah yang memiliki peran dalam proses masuknya sebagian besar agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia. Hal ini mengingat bahwa Weda ditulis dalam bahasa Sansekerta, yang hanya dipahami oleh Brahmana.

Brahmana yang berasal dari pusat-pusat Hindu di dunia datang karena undangan dari penguasa lokal yang ingin yang tahu lebih banyak tentang agama Hindu. Raja-raja / penguasa adalah penganut animisme dan dinamisme sebelum kedatangan pengaruh Hindu dan Budha.

2. Teori Ksatria

Menurut teori dipromosikan oleh C.C. Berg, agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh ksatria (tentara kerajaan). Hal ini terjadi karena pada awal abad Masehi sering terjadi kekacauan politik di India sehingga sering terjadi antar kelompok perang di negara ini. Para prajurit terdasak memerangi musuh atau telah jenuh akhirnya meninggalkan tanah air mereka. Di antara para ksatria yang mencari pelarian, beberapa telah mencapai Indonesia. Mereka kemudian membuat koloni dan berakulturasi dengan warga setempat. Hal ini membuat orang asli pribumi banyak yang menganut agama Hindu, di tahap berikutnya, akhirnya lahir kerajaan Hindu di Nusantara.

3. Teori Waisya

Menurut teori ini, orang-orang Hindu dari Waisya kasta adalah yang paling berperan dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia. The Waisya adalah mereka yang berasal dari pekerja ekonomi seperti pedagang dan pedagang. Para pedagang dari India atau pusat Hindu lain di Asia memiliki banyak perdagangan dengan masyarakat adat atau pemerintah. Hali ini membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori Waisya diprakarsai oleh Dr. N. J. Krom.

4. Teori Sudra

Orang-orang yang termasuk dalam kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. The Sudra diduga datang ke Indonesia dengan Waisya dan ksatria. Karena ia datang dalam jumlah yang sangat besar, Sudra adalah apa yang telah memberikan kontribusi masuknya paling relevan dari Hindu ke Indonesia.

Meskipun disampaikan oleh para ahli, empat di atas teori masih memiliki kelemahan masing-masing. Hal tersebut karena Weda yang merupakan kitab suci agama Hindu yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dan Pallawa yang notabene hanya dikendalikan oleh Brahmana.

Ksatria, Waisya dan Sudra tentu saja akan sangat sulit untuk menyebarkan agama Hindu di Indonesia karena mereka tidak mengerti bahasa Sansekerta, bahasa Veda. Namun, menurut kepercayaan India kuno, Brahmana tidak diperbolehkan untuk menyeberangi lautan sehingga hampir tidak mungkin untuk menyebarkan Hindu Brahmana di Indonesia Langsung.

Teori keempat tersebut memiliki banyak kelemahan, kemudian datang teori lain, yaitu teori arus balik. Teori ini diusulkan oleh F.D.K Bosch, menurut Hindu masuk ke Indonesia karena Indonesia dilakukan oleh masyarakat sendiri. Orang Indonesia yang membawa Hindu ke Indonesia berasal dari kelompok pemuda yang sengaja dikirim oleh penguasa pribumi untuk belajar agama Hindu dan Buddha di India. Setelah selesai studi di India, mereka kemudian kembali ke Nusantara dan mulai menyebarkan Hindu atau Budha.

Nah, itulah penjelasan mengenai siapa yang membawa budaya Hindu Budha tersebut