Home » Pelajaran » Geografi » Sebutkan Gas-gas Pemicu Terjadinya Pemanasan Global

Sebutkan Gas-gas Pemicu Terjadinya Pemanasan Global

  • by

Jawaban dari pertanyaan mengenai sebutkan gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global adalah?

  1. Karbon dioksida (CO₂)
  2. Nitrogen oksida yang terdiri dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO₂)
  3. Metana (CH₄)
  4. Klorofluorokarbon (CFC)
  5. Sulfur dioksida (SO₂)

Penjelasan mengenai gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global di atas

Pemanasan global merupakan isu global yang menyebabkan perubahan iklim baik di Indonesia maupun di dunia. Pemanasan global tidak hanya berdampak pada iklim secara umum saja, tetapi juga berefek pada kondisi alam secara keseluruhan.

Pemanasan global adalah suatu kondisi yang terjadi karena peningkatan suhu rata-rata dari atmosfer, tanah dan lautan di Bumi. Pemanasan global disebabkan oleh banyak hal, terutama gas berbahaya yang dihasilkan dari aktivitas manusia seperti kendaraan bermotor, kegiatan industri, dan pengembangan teknologi yang melibatkan gas berbahaya.

Beberapa gas yang menyebabkan pemanasan global, antara lain:

Karbon dioksida

Peningkatan karbon dioksida (CO₂) di atmosfer, berdampak pada terciptanya efek rumah kaca. Tak jauh berbeda dengan efek yang terjadi pada efek rumah kaca yang digunakan oleh manusia dalam upaya untuk menumbuhkan tanaman, efek rumah kaca dalam kasus ini juga menyebabkan sinar matahari terperangkap di permukaan bumi sehingga meningkatkan suhu bumi.

Nitrogen oksida

Nitrogen dioksida (NO₂) adalah bahan sintetis yang digunakan untuk pembuatan asam nitrat yang produksi permintaan selalu meningkat setiap tahun. Gas ini adalah salah satu dari penyebab polusi udara.

Metana

Metana adalah gas yang digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil menjadi salah satu gas yang berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan.

Chlorofluorocarbon (CFC)

Chlorofluorocarbon (CFC) merupakan bahan yang banyak digunakan dalam industri, antara lain sebagai pendingin, propelan dan pelarut.

Sulfur dioksida (SO₂)

Sulfur dioksida adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari pembakaran batubara dan minyak yang banyak digunakan sebagai bahan bakar industri dan kendaraan bermotor.

Analisis data iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika diambil pada tahun 1983-2003 menunjukkan bahwa kenaikan suhu per 10 tahun itu. Kenaikan suhu udara terendah tercatat di Sibolga, Sumatera Utara, mencapai 0.036 derajat Celcius dari rata-rata 31,52 derajat celcius. Tertinggi kenaikan suhu yang tercatat di kota Wamena, Papua, mencapai 1,38 derajat Celcius dari rata-rata 25,97 derajat celcius.

Kenaikan suhu udara disebabkan oleh pemanasan global. Faktor utama adalah penyebab pemanasan global tidak lain karena terjadinya efek rumah kaca. Pada dasarnya semua ini terjadi akibat aktivitas manusia yang terlalu berlebihan. Pemanasan Global disebabkan oleh meningkatnya emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitrogen oksida (NOx), chlorofluorocarbons (CFC) dan gas lainnya di atmosfer berlebihan.

Akibatnya, sinar matahari yang dipantulkan sebagian besar dipantulkan kembali ke bumi oleh gas penyebab efek rumah kaca yang terbentuk di atmosfer. Hal itu semakin meningkatkan suhu di bumi.

Jika ini terus berlanjut, maka es di kutub akan mencair dan daerah dataran rendah akan mengalami masalah banjir. Sebagai hasil dari es yang mencair, membuat permukaan air laut meningkat tinggi, yaitu antara 8- 29 cm pada tahun 2030. Pada tahun itu, Indonesia sebagai negara kepulauan bisa mengalami kehilangan sekitar 2.000 pulau.

Bahaya efek rumah kaca

Gas CO dapat membahayakan banyak orang. Jika proses pembakaran tidak sempurna, maka akan menghasilkan karbon monoksida (CO). Gas CO dapat mengganggu pernapasan. Gas ini sangat reaktif dan bisa mengganggu hemoglobin dalam darah. Jika terus terjadi, bisa mengakibatkan kematian.

CFC digunakan sebagai pengembang gas, karena tidak bereaksi, tidak berbau, membuatnya banyak digunakan untuk mengembangkan busa kursi, untuk AC, lemari es pendingin dan semprotan rambut.

Namun, ada juga keburukan gas ini. Gas CFC yang naik ke atas dapat mencapai stratosfer. Ada lapisan dalam gas stratosfer ozon (O3), yang merupakan pelindung bumi dari efek radiasi ultraviolet. Radiasi ultraviolet dapat mengakibatkan kematian organisme, tumbuhan menjadi kerdil, menyebabkan mutasi genetik, menyebabkan kanker kulit dan kanker mata.

Ketika CFC mencapai lapisan ozon, reaksi yang akan terjadi adalah lubang di lapisan ozon. SO dan gas SO2 juga dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil. Gas ini dapat bereaksi dengan gas NO2 dan air hujan dan menyebabkan hujan asam. Hujan mengakibatkan tumbuhan dan hewan mati lahan, produksi pertanian merosot, besi dan logam mudah berkarat.

Pada dasarnya pemerintah dan pemerhati lingkungan telah melakukan program untuk memerangi pemanasan global. Tetapi hal itu tidak akan berhasil jika tidak disertai dengan kesadaran penuh setiap masyarakat tentang pentingnya merawat lingkungan.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global.