Profesi Creative Director, Otak di Balik Iklan yang Out of The Box

Beranda » Profesi Creative Director, Otak di Balik Iklan yang Out of The Box

Dalam dunia periklanan, perencanaan adalah tahap awal yang sangat menentukan. Fungsi ini akan menjadi dasar penerapan taktik dan strategi pemasaran yang dilakukan.

Perencanaan juga bertujuan agar proses branding dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Akan banyak sekali pertimbangan seorang creative director ketika menjalankan sebuah project campaign.

Konsep tersebut bukan hanya sebatas “out of the box” saja, tetapi dapat diimplementasikan dengan baik.

Apa itu creative director

Peran creative director dapat dikatakan sangat vital. Seorang creative director akan menempatkan posisi strategis dalam mengusung dan menggodok konsep iklan.

Pada tahap awal, seorang creative director memulainya dengan mengidentifikasi target potensial dan menentukan bagaimana membangun brand awareness di segmen pasar tersebut.

Hal itu dilakukan dengan cara menciptakan nilai sebuah brand kedalam mindset khalayak yang ditujunya. Nilai yang diciptakan berupa konsep unik, bisa juga berupa slogan, tagline dan lainnya.

Konsep tersebut akan disematkan dan melekat ke dalam produk. Pada proses ini, creative director akan dibantu oleh copywriter.

Tugas copywriter adalah membuat iklan menjadi lebih persuasif dan menarik. Berikut penjelasan tentang apa itu copywriter dan apa saja tugasnya.

Lihat, bagaimana slogan “Seleraku” dapat melekat dengan baik di mindset pasar Indonesia. Tanpa perlu menyebutkan nama brand-nya, kita sudah tau produk apa yang dimaksud.

Konsep tersebut bukan sebatas kreatifitas saja. Namun, juga harus tersegmentasi dengan baik. Itulah mengapa kreativitas dan pengamatan akan menjadi senjata utama mereka.

Tugas seorang creative director

Creative director merupakan posisi yang sangat penting. Banyak perusahaan advertising yang menempatkan posisi ini kepada orang yang dianggap berpengalaman.

Tugas awal mereka yaitu mencari konsep idea untuk strategi periklanan yang dijalankannya. Konsep tersebut harus dengan pertimbangan dari berbagai analisis, termasuk demografi, sosial ekonomi dan trend pasar saat ini.

Sebelum menetapkan konsep dan ide, mereka akan melakukan riset untuk memahami behavior market dan trend pasar saat itu. Creative director juga memantau budaya, sosial dan dampaknya terhadap sikap, perilaku dan persepsi konsumen.

Penelitian bisa dilakukan dengan kualitatif maupun kualitatif. Riset dilakukan dengan menggunakan berbagai data analisis dan riset.

Tujuannya untuk memahami flow dari behavior dan keputusan konsumen dalam membeli produk.

Syarat seorang creative director

Kemampuan riset dan keterampilan berpikir analitis sangat diperlukan. Mereka juga harus dapat berpikir kreatif dan mampu memecahkan masalah yang terjadi selama menggarap campaign iklan.

Kemampuan mengolah informasi dan angka juga menjadi poin penting seorang creative director. Kemampuan itu digunakannya sebagai bahan pertimbangannya dalam mengambil langkah dan keputusan yang tepat.

Bukan hanya itu, tantangan dan tugas creative director sesungguhnya yaitu mampu menjalankan kampanye sesuai waktu dan goal yang disepakati. Mereka juga harus mempertanggung jawabkan hasil kampanye tersebut.

Scroll to Top