Pertanyaan Interview Kerja Pertama Kali dan Jawabannya

Beranda » Pertanyaan Interview Kerja Pertama Kali dan Jawabannya

Selain mempersiapkan surat lamaran kerja, pelamar juga harus mempersiapkan jawaban yang tepat saat mengikuti proses wawancara atau interview kerja.

Untuk para fresh graduate yang mendapatkan undangan interview kerja, kesempatan ini adalah awal yang baik. Kesempatan ini merupakan babak awal bagi mereka untuk maju menjadi kandidat di perusahaan tersebut.

Apabila mendapat kesempatan ini, tentu tandanya mereka sudah memenuhi kualifikasi yang ditentukan perusahaan. Sebab, tidak semua pelamar bisa mendapat kesempatan ini.

Namun, jangan dulu berbahagia! Pelamar tetap harus bersaing dengan banyak kandidat lain yang sama baiknya, atau mungkin lebih baik dari.

Itulah alasan mengapa mencari informasi mengenai pertanyaan saat interview kerja pertama kali dan jawabannya adalah hal pertama yang harus dilakukan.

Yang harus fresh graduate ketahui ketika interview kerja pertama kali

Bagi yang masih baru pertama kali melakoni sesi interview, tentu mencari referensi sebanyak-banyaknya adalah salah satu hal penting.

Jika ini pengalaman pertama, biasanya pelamar akan merasa canggung dan gugup. Alhasil, jawaban yang dilontarkannya pun kurang dapat meyakinkan si pewawancara.

Banyak pertanyaan yang terkesan simpel, namun dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Berikut ini rangkuman pertanyaan saat interview kerja pertama kali dan jawabannya.

Pertanyaan tentang diri Anda

Pertanyaan ini biasanya diberikan sebagai pertanyaan pembuka. Untuk itu, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawab. Berikan jawaban singkat, namun dapat menjelaskan diri kita secara profesional.

Pewawancara biasanya menilai hanya dari 1-5 menit pertama. Penting untuk memanfaatkan waktu tersebut semaksimal mungkin. Kesalahan dalam menjawab, bisa mengganjal langkah untuk bergabung di perusahaan tersebut.

Lalu apa jawaban terbaik untuk pertanyaan ini? Tidak ada jawaban terbaik! Pelamar hanya perlu memilah apa saja yang boleh dan tidaknya dijadikan jawaban.

Pertanyaan tentang latar belakang pendidikan

Ceritakan apa latar pendidikan yang telah ditempuh selama berkuliah. Seperti yang kita ketahui, saat ini banyak sekali posisi pekerjaan yang diisi oleh pekerja dengan latar belakang yang jauh berbeda.

Untuk mempermudah, sebaiknya merangkum beberapa kalimat mengenai fokus jurusan yang diambil. Misalkan mengambil kuliah jurusan komunikasi, maka paparkan apa alasan memilih jurusan tersebut dan bagaimana korelasi dengan posisi pekerjaan yang dilamar.

Ceritakan pendidikan terakhir saja. Selain untuk mempersingkat waktu, pertanyaan ini sebenarnya untuk menilai bagaimana kemampuan komunikasi pelamar saat memberikan jawaban.

Pertanyaan tentang hal yang dikerjakan setahun terakhir

Jika masih fresh graduate, ceritakan saja organisasi yang pernah diikuti. Ceritakan juga tentang pendidikan non-formal lain yang dapat menunjang kualifikasi diri untuk mengisi posisi tersebut. Misalnya, sudah pernah mengikuti beberapa kursus, workshop atau seminar.

Pertanyaan tentang pengalaman kerja sebelumnya

Ceritakan pengalaman kerja terakhir saja. Jangan ceritakan dua atau tiga secara langsung jika tidak diminta oleh pewawancara.

Pengalaman kerja bukan hanya untuk melihat apa saja jobdesk dan keahlian yang dikuasai dari perusahaan sebelumnya, namun juga melihat sejauh mana pengalaman tersebut berguna untuk mengisi posisi yang dilamarnya.

Jika masih fresh graduate, pengalaman magang, freelance dan volunteer sebelumnya, juga dapat disampaikan.

Pengalaman mengikuti kegiatan tersebut bisa menjadi nilai tersendiri bagi pewawancara. Selain itu, jawaban tersebut juga untuk menilai bagaimana kontribusi dan tanggung jawab pelamar selama melakukan magang, freelance atau volunteer.

Apabila sudah memiliki pengalaman kerja profesional, sampaikan apa posisinya, apa saja jobdesk-nya, apa saja tanggung jawabnya dan bagaimana kontribusinya terkait posisi tersebut.

Pertanyaan tentang hobi yang disukai

Tidak semua pertanyaan saat interview kerja pertama kali akan bersinggungan dengan skill dan hal-hal akademis. Terkadang, pelamar juga menanyakan hobi si pelamar.

Untuk menceritakan hal ini, usahakan memilih hobi yang berkaitan dengan jobdesk atau hal-hal yang bermanfaat bagi diri dan keterampilan pelamar. Pewawancara akan menilai hal ini sebagai poin positif.

Jika melamar di posisi penulis kreatif, pelamar bisa memberikan jawaban yang mendukung kegiatan menulis. Misalnya, menulis cerpen, mendengar radio, aktif di forum-forum komunitas, membaca artikel-artikel menarik, menulis blog dan lainnya.

Menceritakan diri saat interview kerja memang menjadi sesi untuk menjual kemampuan yang dimiliki.

Namun perlu diingat, ceritakan diri dengan jujur. Berikan jawaban yang sesuai dengan diri sendiri. Katakan pengalaman tersebut jika pernah melakukannya.

Pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangan diri

Pertanyaan ini memang cukup membingungkan. Ketika menjawab pertanyaan ini, mulailah dengan memilah potensi mana saja yang relevan dengan bidang yang dilamar.

Hindari jawaban yang terlalu memaksa dan terkesan klise, seperti pengakuan seorang pekerja keras. Sebaiknya, berikan jawaban yang lebih konkrit, seperti:

“Saya belum mau pulang sebelum pekerjaan saya selesai. Sebab, saya selalu ingin pekerjaan yang saya kerjakan dapat selesai tepat waktu.”

Ketika dihadapkan dengan pertanyaan ini, berikan jawaban dengan memberikan solusi dari kelemahan yang dimiliki di akhir jawaban. Jawablah dengan jujur dan konkret.

Misalkan, pelamar lemah ketika berhadapan dengan perhitungan angka, untuk itu ia belajar dan mempelajari rumus program excel untuk membantu pekerjaan.

Jika menjawab pertanyaan dengan jawaban tersebut, pastikan sudah memahami beberapa rumus atau formula program excel sebelumnya.

Pertanyaan tentang diri Anda di lima tahun kedepan

Pertanyaan interview kerja selanjutnya biasanya mengenai masa depan atau gambaran diri di tiga atau lima tahun kedepan.

Jawab dengan memberikan gambaran posisi di masa depan kelak. Namun, berikan jawaban yang realistis. Misalnya, pelamar bisa memberikan gambaran dua atau tiga tingkat di atas posisi yang dilamar saat ini.

Jangan sampaikan cita-cita yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar. Sebab, hal itu hanya akan membuat pelamar tidak fokus.

Alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya

Pertanyaan selanjutnya, biasanya alasan meninggalkan pekerjaan sebelumnya. Sebaiknya jangan memberikan jawaban negatif pada perusahaan lama.

Berikan jawaban yang profesional dan tidak menyudutkan diri ataupun perusahaan lama. Misalkan, pelamar memiliki masalah seputar posisi dan jabatan yang cenderung diam di tempat.

Contoh jawabannya, misalkan:

“Saya ingin mengembangkan karir dan diri saya ke depan. Dan saya yakin, perusahaan ini akan memberikan saya pengalaman yang luar biasa bagi saya”.

Pertanyaan tentang jumlah gaji yang diminta

Untuk menjawab pertanyaan ini, sebutkan nominal gaji yang diinginkan. Tentunya dengan nominal yang realistis untuk posisi tersebut. Pertama, tatap pewawancara, sebutkan berapa jumlahnya dengan yakin dan pasti.

Bila merasa gaji yang ditawarkan masih belum sesuai dengan yang diharapkan, berikan penjelasan mengapa menginginkan nominal tersebut.

Apakah ada yang ingin ditanyakan?

Pertanyaan saat interview kerja pertama kali dan jawaban selanjutnya, biasanya untuk melihat seberapa jauh antusias pelamar.

Jika diberi kesempatan bertanya, sebaiknya berikan paling tidak dua pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan haruslah yang berorientasi pada jobdesk atau hal lain terkait perusahaan yang dilamar saat ini.

Misalnya, tanyakan dengan divisi mana saja pelamar akan berhubungan. Siapa saja team dan atasan yang bertanggung jawab me-review hasil laporan pekerjaan nanti. Jangan tanyakan tentang kepentingan pribadi terlebih dahulu, seperti kenaikan gaji, tunjangan dan hal lainnya.

Tunjukan kita memiliki keunggulan yang dibutuhkan perusahaan. Dengan begitu, perusahaan melihat diri kita sebagai seseorang yang dapat memajukan perusahaan. Tunjukan diri kita lebih unggul dibandingkan orang lain ketika berada di posisi atau jabatan tersebut.

Untuk itu, penting bagi para pelamar melakukan persiapan terlebih dahulu. Cari tahu sebanyak-banyaknya tentang posisi, jobdesk dan informasi perusahaan tersebut.

Tidak ada salahnya mempersiapkan diri dengan jawaban-jawaban terbaik sebelum menghadapi interview atau kerja.

Scroll to Top