Home » Sejarah » Peristiwa Rengasdengklok Memberikan Manfaat Yaitu

Peristiwa Rengasdengklok Memberikan Manfaat Yaitu

wapt image 180

Salah satu tujuan Rengasdengklok yaitu membuat draft proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Diskusi peristiwa rengasdengklok memberikan manfaat yaitu

Peristiwa Rengasdengklok sering disebut penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh sekelompok pemuda yang bertujuan untuk menekan kedua orang tersebut untuk melakukan prokalmasi awal kemerdekaan yang tanggal 16 Agustus 1945.

Alasan mengapa kelompok muda bersikeras bahwa proklamasi dilakukan lebih awal adalah karena mereka tidak ingin ada anggapan bahwa kebebasan adalah hadiah dan persetujuan dari Jepang. Sayangnya, meskipun dibawa ke Rengasdengklok, kedua pemimpin itu tidak setuju dengan permintaan itu. Dan masih bersiteguh untuk melaksanakannya pada 17 Agustus, 1945.

Meskipun tujuan dari peristiwa Rengasdengklok tidak terealisasikan, tapi setidaknya, draft berhasil dibuat untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Nah, itulah penjelasan mengenai peristiwa rengasdengklok memberikan manfaat yaitu membuat draft proklamasi kemerdekaan Indonesia

Latar belakang peristiwa rengasdengklok

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, latar belakang peristiwa rengasdengklok adalah pandangan yang berbeda tentang waktu pelaksanaan Republik Indonesia antara kelompok tua dan muda. Ketidaksepakatan tentang waktu pengumuman Deklarasi Kemerdekaan Indonesia menyebabkan ketegangan antara kelompok tua dan muda.

Ketegangan bermula dari berita kekalahan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu 15 Agustus 1945. Perbedaannya dalam sikap antara kedua kelompok tersebut sebenarnya adalah hal yang wajar karena kurangnya informasi yang berkaitan dengan situasi tentang Perang Dunia II, khususnya Perang di kawasan Asia. Karena ketatnya pemerintah militer Jepang Bahkan sampai melarang penduduk Indonesia untuk mendengarkan radio asing.

Berkat pemuda terutama mereka yang bekerja di kantor berita Jepang, Kaisar Hirohito berpidato mengenai menyerah Jepang tanpa syarat kepada Sekutu. Sutan Syahrir mendengar berita kekalahan Jepang dari Sekutu melalui radio gelap, segera mendesak Soekarno dan Hatta segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu izin Jepang.

Ketika itu Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat kembali dari pertemuan dengan Terauchi Jenderal Besar di Dalat (Saigon) Vietnam Selatan, Sutan Sjahrir, Hatta yakin bahwa Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Hatta tidak bisa memenuhi permintaan Sutan Sjahrir sejak pengumuman Proklamasi Kemerdekaan harus disetujui terlebih dahulu PPKI.

Hatta, Sutan Sjahrir diundang ke rumah Soekarno untuk menyampaikan berita kekalahan Jepang. Sama dengan Hatta, Soekarno tidak bisa menerima maksud Sutan Sjahrir untuk Proklamasi Kemerdekaan, apalagi mustahil tanpa persetujuan PPKI. Nah, itulah latar belakang peristiwa rengasdengklok.

Siapakah yang mempelopori peristiwa Rengasdengklok

Pihak yang mempelopori peristiwa Rengasdengklok adalah tokoh atau golongan pemuda, tepatnya Wikana, Sukarni, Chaerul Saleh dan Aidit.

Seperti yang dijelaskan, Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB.

Lantas apa yang terjadi di Rengasdengklok?

Jika digambarkan secara singkat peristiwa Rengasdengklok bisa kita ilustrasikan sebagai proses penculikan tokoh-tokoh bangsa atau golongan tua yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Ibu Fatmawati, dan Guntur Soekarno. Bukan dalam arti penculikan yang sebenarnya, namun tujuan dari penculikan ini adalah untuk mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepat dan segera mungkin.

Apa hasil kesepakatan pada peristiwa Rengas dengklok?

Dari musyawarah antara golongan muda dan tua, maka hasil kesepakatan pada peristiwa Rengasdengklok tersebut yaitu pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dilaksanakan secepat mungkin, setelatnya tanggal 17 Agustus 1945.