Perbedaan Magang, Freelance dan Volunteer

Beranda » Perbedaan Magang, Freelance dan Volunteer

Momen kelulusan memang menjadi hal yang ditunggu mahasiswa tingkat akhir.

Bukan tanpa alasan, momen kelulusan seolah menjadi klimaks untuk melepas status mereka sebagai mahasiswa.

Setelah menempuh empat tahun perkuliahan dan harus menyelesaikan penelitian ilmiah, momen kelulusan menjadi langkah awal mereka menuju dunia kerja sesungguhnya.

Realitanya, semua itu tidak menjamin kesuksesan mereka.

Meski menuntut ilmu di bangku perkuliahan memang menjadi sebuah keharusan.

Namun, ilmu tersebut harus diimbangi dengan pengalaman langsung di luar materi dan teori-teori perkuliahan.

Di dunia kerja, mereka akan berhadapan dengan berbagai situasi.

Bahkan, sebelumnya mereka harus bersaing terlebih dahulu dengan banyak kandidat untuk memperebutkan lowongan pekerjaan. Baca juga pertanyaan interview kerja pertama kali dan jawabannya untuk fresh graduate.

Bagi yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa, ada baiknya mulai mencari pengalaman langsung dan ilmu baru di dunia kerja.

Salah satu caranya dengan menjalani program magang, menjadi freelancer ataupun volunteer. Lantas, apa pengertian ketiganya dan apa saja keuntungannya.

Pengertian magang

Magang adalah bagian dari praktek kerja langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu dan menambah pengalaman mereka secara langsung.

Ketika menjadi karyawan magang, mereka akan belajar dan dibimbing langsung dengan situasi dan kondisi kerja sesungguhnya.

Lalu, apa saja tanggung jawab, keuntungan dan tujuan magang?

Tanggung jawab menjadi karyawan magang

Saat mengikuti program magang, mereka akan mendapat porsi belajar sebesar 70% dan tanggung jawab kerja sebesar 30%.

Mungkin, tanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan tergolong kecil.

Namun jangan dianggap sepele! Tanggung jawab 30% ini akan menjadi pengalaman untuk mengaplikasikan semua teori-teori perkuliahan yang dipelajari sebelumnya.

Tujuan magang

Tujuan magang adalah mengaplikasikan teori-teori di perkuliahan. Selain itu, magang merupakan satu prasyarat yang harus ditempuh sebelum mengambil mata kuliah seminar ataupun skripsi.

Tujuannya yaitu melatih analisis terhadap persoalan yang terjadi di tempat kerja.

Untuk mahasiswa komunikasi jurusan public relation, menjadi PR dapat menjadi pilihan.

Mengikuti program magang di perusahaan public relation dapat mengasah analisis mengenai strategi komunikasi, membangun image perusahaan, serta branding melalui event dan kegiatan CSR.

Kelak di dunia kerja nanti, mereka tidak akan merasa kikuk dan sudah mengetahui jobdesk dan tugas kerja sebagai seorang PR.

Sebenarnya, ada beberapa tujuan lain yang bisa didapat dari program magang. Tujuan itu bisa berupa akademis dan nonakademis.

Tujuan magang dari sisi akademis

1. Melatih analisis dan problem solving

Setiap teori yang didapat, tentu akan berbeda jika dihadapkan dengan masalah yang sesungguhnya. “Teori beranggapan seperti ini, maka pemecahan masalahnya seperti ini”, benarkah seperti itu?

Dengan magang, mereka akan belajar memecahkan masalah dengan menganalisis berbagai faktor dan kemungkinan. Sehingga bisa menganalisis masalah dengan memilah teori mana yang paling sesuai.

Mencari topik untuk skripsi

Memilih topik untuk laporan magang adalah hal penting.

Jika memilih topik yang tepat, kita bisa menggunakan topik tersebut untuk penelitian skripsi nanti.

Maka, pilihlah topik yang sekiranya sudah dikuasai dan disenangi.

Jangan memilih topik hanya karena topik tersebut terdengar keren.

Banyak sekali mahasiswa yang melakukan magang sekaligus mencari topik untuk diajukan sebagai bahan skripsi.

Tujuan magang dari sisi non akademis

Menambah uang saku

Dari sisi finansial, mereka bisa mendapatkan uang saku tambahan.

Sayangnya, tidak semua perusahaan memberikan uang saku bagi para peserta magang.

Meski begitu, poin utama program magang bukanlah seberapa besar jumlah uang yang diberikan.

Melainkan pengalaman kerja langsung, sehingga bisa kamu jadikan sebagai kelebihan di CV nanti.

Berpeluang diangkat menjadi pegawai tetap

Lingkungan kerja yang mendukung, dan orang-orang yang kompeten adalah lingkungan yang ideal untuk bekerja. Siapa yang tidak ingin bekerja disana?

Apalagi perusahaan tersebut menjadi banyak incaran pelamar selama ini.

Bertolak belakang dengan tujuan magang sebelumnya, tujuan magang yang satu ini lebih ke arah jenjang karir.

Karena kenyataanya, banyak juga karyawan tetap yang dipilih dari program magang yang dilakukan sebelumnya.

Dapat mengembangkan dan memperluas network

Tujuan magang lainnya yaitu dapat membangun network dengan banyak orang.

Network ini akan berguna ketika mencari pekerjaan pasca lulus perkuliahan.

Dengan begitu, kita akan mendapat rekomendasi dari orang-orang yang kita kenal saat melakukan program magang.

Bahkan, bisa saja mereka akan meminta untuk langsung bergabung di perusahaan mereka.

Pengertian freelance

Freelancer adalah bekerja dengan menawarkan jasa berupa keahlian yang dimilikinya kepada orang lain tanpa adanya ikatan kerja.

Bagi yang memiliki keterampilan lebih di suatu bidang, tentu dapat memanfaatkannya itu untuk menjadi seorang freelancer atau tenaga paruh waktu.

Peluang mendapatkan pekerjaan freelance?

Sebagai contoh, jika masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa asing, maka ia bisa menjadi seorang translator atau penerjemah.

Untuk menjadi freelancer, tentu tidak harus sesuai bidang akademi yang diambil saat ini.

Asalkan memiliki kemampuan tersebut dan bisa membuktikan jika ia cukup kompeten, maka bisa juga kok menjadi freelancer di bidang tersebut.

Banyak juga yang memulai peluang ini dari hobi atau hal-hal yang disenangi.

Mencari lowongan kerja freelance

Banyak perusahaan yang memanfaatkan pemasaran digital sebagai strategi pemasarannya.

Bagi yang menyukai dunia tulis menulis, freelance content writer sangat cocok untuk dicoba.

Atau, jika memiliki hobi mendesain gambar, tidak ada salahnya mencoba menjadi freelance graphic designer.

Banyak sekali portal pencari lowongan kerja freelance yang dapat dimanfaatkan, seperti: sribulancer.com, seribu.com atau freelancer.co.id.

Tanggung jawab dan keuntungan seorang freelancer

Keuntungan menjadi freelancer tentu akan berbeda dengan magang.

Porsi tanggung jawab freelancer akan ditanggung secara penuh oleh dirinya.

Jika terjdi kesalahan atau revisi, maka ia harus menyelesaikannya sesuai waktu yang sudah disepakati.

Menariknya, bayaran menjadi seorang freelancer terbilang lumayan.

Banyak yang menjadi pekerjaan ini sebagai sampingan bahkan pekerjaan utama.

Pengertian volunteer

Volunteer adalah pekerja sukarela dengan berpartisipasi dalam sebuah kegiatan ataupun organisasi.

Biasanya, volunteer selalu dikaitkan dengan kegiatan sosial.

Tidak semua, namun hampir semua kegiatan yang melibatkan volunteer selalu bertujuan untuk kegiatan dan isu sosial. Apa saja keuntungan menjadi volunteer?

Volunteer sebagai sarana membangun network dan kemampuan personal

Sebagai seorang volunteer, mereka akan terlibat dengan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Di sini mereka akan belajar mengenal berbagai kepribadian dan karakter orang yang berbeda.

Selain itu, kemampuan komunikasi mereka juga akan terasa secara alami .

Tidak heran, hal ini akan membangun network mereka menjadi lebih luas.

Network yang terjalin ketika menjadi volunteer, biasanya lebih dalam dan kuat.

Pengalaman Menjadi Volunteer

Banyak sekali jaringan pertemanan yang akan terjadi ketika menjadi volunteer.

Walaupun tidak mendapatkan imbalan, para volunteer biasanya mendapatkan kepuasan tersendiri.

Banyak juga yang mendapatkan teman-teman baru, pengalaman sebagai team dan rasa puas bisa membantu sesama.

Selain itu, pengalaman menjadi volunteer juga bisa dimasukan ke dalam Portofolio dan CV.

Mungkin pengalaman ini dapat menjadi poin lebih ketika melamar pekerjaan.

Keuntungan mengikuti magang, freelancer ataupun volunteer, patut dicoba terlebih dahulu.

Rasanya tidak etis jika membandingkan ketiganya secara langsung.

Setiap pengalaman tentu memiliki kelebihan dan tanggung jawab yang berbeda.

Keberhasilan menjalani pengalaman di atas, bukan didasarkan pada tingkat kesulitannya.

Melainkan dari seberapa serius dan tulus ketika menjalaninya.

Tidak ada sesuatu pekerjaan yang berakhir percuma.

Cukup dengan kesungguhan ketika mengerjakannya, maka manfaat dan keuntungan yang berharga akan menghampiri tanpa terpikirkan sebelumnya.

Selagi masih berstatus mahasiswa, tidak ada salahnya mencoba menjadi karyawan magang, freelancer ataupun volunteer terlebih dahulu.

Scroll to Top