Home » Pelajaran » Olahraga & Kesehatan » Penyakit-Penyakit yang Disebabkan oleh Kekurangan Gizi dan Sering Terjadi di Indonesia Adalah

Penyakit-Penyakit yang Disebabkan oleh Kekurangan Gizi dan Sering Terjadi di Indonesia Adalah

penyakit penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan sering terjadi di indonesia adalah 4400 3

Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan sering terjadi di Indonesia adalah? – Kekurangan gizi pada bayi memang menjadi salah satu masalah serius bagi beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain faktor ekonomi, penyebab lain dari permasalah ini yaitu para orang tua yang kurang peduli akan hal ini. Padahal, di masa pertumbuhan itulah bayi membutuhkan asupan gizi yang bisa membantu tumbuh kembangnya. Sehingga, mereka akan lebih sehat baik fisik maupun kemampuan berpikirnya.

Di beberapa daerah di Indonesia, khususnya pada daerah tertinggal atau daerah dengan tingkat ekonomi di bawah rata-rata, persoalan gizi ini masih menjadi polemik yang serius. Jika dibiarkan, besar kemungkinan si bayi bisa mengalami penyakit-penyakit yang diakibatkan kurangnya asupan gizi.

Di Indonesia sendiri umumnya penyakit-penyakit ini muncul karena defisiensi protein kalori, vitamin A dan yodium.

6 Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan sering terjadi di Indonesia

Di lain sisi, ada juga beberapa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan sering terjadi di indonesia lainnya, seperti:

1. Stunting

Stunting merupakan gangguan yang bisa mempengaruhi kemampuan otak anak, misalnya gangguan perhatian, gangguan belajar, penurunan skor IQ, mudah lupa, menurunnya kemampuan bersosialisasi, dan mengurangi kemampuan dalam memecahkan masalah. Semua itu terjadi jika si bayi kurang mendapat gizi yang cukup, dan kondisi tersebut berlanjut selama bertahun-tahun.

2. Kwashiorkor

Kwashiorkor juga termasuk salah satu penyakit yang diakibat kekurangan gizi. Penyakit ini ditandai dengan kondisi fisik, seperti perut buncit, pembesaran hati, penipisan rambut dan tekstur rambut kasar, gigi mudah tanggal, dan dermatitis.

3. Marasmus

Marasmus terjadi karena si bayi kekurangan asupan protein dan kalori yang cukup. Gangguan ini biasanya terjadi pada anak-anak. Marasmus bisa menyebabkan penurunan berat badan hingga 80% lebih rendah dari bobot normal. Sehingga, kondisi ini membuat tubuh penderitanya terlihat sangat kurus. Kondisi lain yang menjadi pertanda gangguan ini antara lain, kulit otot terlihat kering, bersisik, dan tampak longgar.

4. Anemia

Kekurangan darah merupakan gejala penyakit yang paling umum yang bisa terjadi akibat kurangnya asupan gizi pada tubuh. Meskipun masih ada banyak faktor lainnya, namun gangguan ini adalah yang paling umum. Alasan utamanya, tentu karena anemia diakibatkan defisiensi zat besi dan vitamin B12. Penderita gangguan ini biasanya mengalami gejala seperti sesak napas, kelelahan, wajah tampak pucat dan menurunnya jumlah hemoglobin dalam tubuh.

5. Gondok

Karena tubuh kekurangan salah satu kandungan gizi, yaitu yodium, maka tubuh bisa mengalami pembengkakan kelenjar tiroid atau yang biasa disebut gondok. Gejala-gejala lain yang muncul akibat dari penyakit ini antara lain tubuh terasa lesu, lemah, mengalami penurunan metabolisme, sehingga rentan terhadap udara dingin.

6. Kekurangan vitamin

Vitamin merupakan salah satu zat gizi yang penting demi menjaga organ dan kondisi tubuh tetap sehat, serta membantu tubuh memproteksi diri dari serangan penyakit yang diakibatkan virus dan bakteri. Nah, meski semua vitamin sangat penting serta memiliki peran yang berbeda-beda, namun beberapa kasus yang yang terjadi banyak penderita yang mengalami kekurangan vitamin seperti:

  1. Vitamin A
    kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan, kebutaan permanen dan rentan terhadap infeksi, gangguan nafsu makan, kulit kering dan kasar, kerusakan rambut, lamanya proses penyembuhan luka, dan lainnya.
  2. Vitamin B1
    Penderita yang kekurangan vitamin ini akan mengalami gangguan tubuh pada tubuh seperti lemas, mengurangi nafsu makan, dan depresi. Penyakit karena kekurangan tiamin, adalah beri-beri. Penyakit ini bisa disebabkan oleh penderita yang mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat namun dengan kandungan thiamin yang rendah.
  3. Vitamin B2
    Kekurangan vitamin B2 atau riboflavin biasanya terkait dengan kurangnya asupan protein dan energi. Gejala defisiensi riboflavin diantaranya adalah sakit tenggorokan dengan pembengkakan dan kemerahan pada mulut, cheilitis, stomatitis, glositis, dermatitis, dan lainnya.
  4. Vitamin B12
    Ditandai dengan gejala-gejala seperti kesemutan pada lidah, mengalami anemia, bintik-bintik putih pada kulit, luka di mulut, sesak napas, sakit kepala dengan serangan migrain, dan gangguan lainnya.
  5. Vitamin C
    Kurangnya asupan Vitamin C dapat menyebabkan kudis. Penyakit ini ditandai dengan munculnya darah pada area gusi, proses penyembuhan luka yang panjang, bintik-bintik kulit, dan tubuh rentan terserang infeksi.
  6. Vitamin D
    Vitamin D biasanya terjadi karena kurangnya asupan kalsium dan tubuh kurang mendapat paparan sinar matahari. Gejala defisiensi vitamin D bisa menyebabkan perkembangan tulang yang terganggu, sehingga tulang mudah rapuh. Contohnya seperti osteomalasia dan osteoporosis.

Nah, itulah beberapa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi dan sering terjadi di indonesia. Tentunya, penting bagi orang tua untuk lebih peduli terhadap gizi si anak. Khususnya pada asupan dan makanan yang diberikan. Penuhi asupan dan gizi agar tumbuh kembang mereka optimal, dan terhindar dari beberapa penyakit-penyakit di atas.