Pentingnya Melakukan Segmentasi Pelanggan bagi Bisnis

Beranda ยป Pentingnya Melakukan Segmentasi Pelanggan bagi Bisnis

Pasar memiliki sifat yang beragam dengan berbagai karakteristik. Bagi yang sudah menjalani atau sedang membangun bisnis, pasti sudah mengerti hal ini. Setiap pelanggan yang ditemui pasti memiliki kebutuhan, kebiasaan, budaya, dan karakter yang berbeda-beda, sehingga tidak mungkin kita bisa memperlakukan mereka semua dengan cara yang sama.

Untuk memudahkan dan meningkatkan efisiensi marketing bisnis, perbedaan-perbedaan yang kompleks tersebut perlu dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. Proses pengelompokan ini dikenal sebagai segmentasi pelanggan.

Pengertian segmentasi pelanggan

Pada dasarnya, segmentasi pelanggan adalah pengelompokan konsumen yang heterogen menjadi kelompok-kelompok yang homogen berdasarkan karakteristik secara umum. Setiap kelompok pelanggan mencerminkan kesamaan karakteristik umum, seperti usia, jenis kelamin, loyalitas, frekuensi pembelian, dan lain-lain.

Dengan melakukan pengelompokan ini, kita akan lebih mudah memahami kebutuhan setiap segmen pelanggan, sehingga dalam menentukan target market dan proses marketing menjadi lebih mudah daripada menggunakan satu strategi untuk semua pelanggan.

Tujuan dan manfaat dari segmentasi pelanggan

Pengelompokan konsumen merupakan langkah pertama ketika menerapkan strategi pemasaran. Menurut data dari Business2Community, 65%-75% produk baru gagal mencapai target penjualan karena pebisnis gagal memahami apa yang benar-benar diinginkan oleh pelanggan. Sebaliknya, mereka menggunakan pendekatan yang sama untuk semua orang. Ada beberapa poin yang menjadi tujuan dan manfaat dilakukannya segmentasi pelanggan, diantaranya:

1. Meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis

Segmentasi pelanggan dengan pendekatan personalisasi dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Faktanya, 59% pelanggan yang sudah mencoba suatu produk mengungkapkan bahwa personalisasi memiliki dampak besar terhadap keputusan pembelian mereka.

Dan bukan hanya konsumen yang menyadari hal ini. Sebesar 88% pebisnis mengakui bahwa dengan menerapkan strategi dengan pendekatan personalisasi, bisnis mereka mengalami perubahan yang signifikan. Selain itu, 53% di antaranya melaporkan bahwa mereka mencapai pertumbuhan hingga 10%.

2. Meningkatkan pengalaman berbelanja dan loyalitas yang baik

Di sisi lain, mengenal karakteristik pelanggan dengan baik juga mempengaruhi pengalaman belanja dan loyalitas yang tercipta. Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhan, kepentingan, kebiasaan, dan preferensi mereka adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belanja yang sempurna bagi mereka.

Segmentasi pelanggan adalah dasar untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Melalui segmentasi yang lebih terarah, kita juga dapat menciptakan layanan pelanggan yang lebih baik. Semakin banyak mempelajari karakteristik mereka, semakin baik pula kita dapat melayani mereka.

Data ini juga menunjukkan bahwa pemahaman tentang setiap segmen pelanggan sangatlah penting. Jika mampu memahami dan mengidentifikasi kebutuhan setiap segmen pelanggan, serta memberikan pelayanan yang memuaskan mereka, maka hal itu berpotensi menjadikan mereka sebagai konsumen yang setia.

3. Membuat proses marketing menjadi fokus dan terarah

Dengan strategi yang fokus dan terarah sesuai dengan kebutuhan setiap segmen yang relevan, kita tidak perlu membuang waktu dan uang untuk kampanye yang tidak efektif, karena semua upaya marketing sudah didasarkan berdasarkan data pelanggan.

Salah satu cara populer untuk menerapkan segmentasi pasar adalah melalui pemasaran melalui internet, seperti melalui website atau menggunakan iklan online seperti Facebook Ads atau Google AdWords.

Langkah-langkah melakukan segmentasi pelanggan

Pada dasarnya, proses segmentasi pelanggan dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan untuk mengidentifikasi pola atau kesamaan tertentu di antara mereka. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat diikuti dalam proses segmentasi pelanggan:

1. Kumpulkan data pelanggan

Mulailah dengan mengumpulkan data pelanggan yang relevan, seperti demografi (usia, jenis kelamin, pendapatan, lokasi), preferensi produk, perilaku pembelian, riwayat pembelian, dan data lainnya yang dapat membantu dalam memahami pelanggan.

2. Analisis data

Setelah mengumpulkan data, lakukan analisis untuk mengidentifikasi pola dan kesamaan di antara pelanggan. Hal ini bisa menggunakan alat analisis data atau perangkat lunak yang dapat membantu dalam mengidentifikasi korelasi dan tren yang relevan.

3. Identifikasi segmen pelanggan

Berdasarkan analisis data, identifikasi segmen pelanggan yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi kelompok berdasarkan karakteristik yang relevan, seperti usia, preferensi produk, atau perilaku pembelian. Pastikan bahwa setiap segmen memiliki karakteristik yang cukup berbeda satu sama lain.

4. Profiling segmen

Setelah mengidentifikasi segmen, buat profil detail untuk setiap segmen pelanggan. Profil ini harus mencakup informasi tentang karakteristik, preferensi, kebutuhan, dan kebiasaan pembelian dari setiap segmen.

5. Mengembangkan strategi pemasaran

Setelah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang setiap segmen pelanggan, gunakan informasi ini untuk mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai untuk setiap segmen. Hal ini melibatkan bagaimana pesan iklan yang sesuai dari masing-masing segmen, penawaran khusus, atau saluran pemasaran yang berbeda untuk setiap segmen.

6. Uji dan evaluasi

Setelah melakukan strategi pemasaran, lakukan pengujian dan evaluasi untuk melihat sejauh mana strategi ini berhasil. Gunakan data dan metrik yang relevan untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran dan lihat apakah ada perbaikan yang dapat dilakukan.

Penting dicatat bahwa segmentasi pelanggan adalah proses yang berkelanjutan dan dapat berkembang seiring waktu. Usahakan untuk memperbarui dan memperbaiki segmentasi pelanggan berdasarkan data dan wawasan yang baru.

4 Kategori Segmentasi Pasar

Para pebisnis sering melakukan segmentasi pelanggan berdasarkan beberapa variabel. Terdapat empat kategori utama dalam segmentasi pelanggan, yaitu geografis, demografis, perilaku, dan psikografis. Berikut penjelasan untuk setiap kategori:

1. Segmentasi Geografis

Segmentasi ini melibatkan pengelompokan pelanggan berdasarkan aspek geografis seperti lokasi, daerah, wilayah, iklim, dan kepadatan penduduk. Jika bisnis mencakup pasar internasional, segmentasi geografis dapat dilakukan antarbenua atau negara.

Di tingkat yang lebih kecil, segmentasi dapat dilakukan berdasarkan wilayah, provinsi, kota, atau bahkan area di dalam kota. Contohnya, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara untuk pelanggan online yang berdomisili di DKI Jakarta.

2. Segmentasi Demografis

Segmentasi ini membagi pelanggan berdasarkan karakteristik demografis seperti jenis kelamin, usia, pendidikan, penghasilan, pekerjaan, agama, dan ras. Jenis segmentasi ini populer digunakan karena relatif mudah dilakukan karena jumlah konsumennya yang besar. Namun, segmentasi demografis juga memiliki kekurangan karena membuat target pasar terlihat sangat luas. Hal ini membuat segmentasi tidak terlalu terfokus.

3. Segmentasi Psikografis

Segmentasi ini melibatkan pengelompokan pelanggan berdasarkan ciri kepribadian seperti keyakinan, nilai-nilai, kelas sosial, dan gaya hidup. Konsumen dibagi berdasarkan minat mereka, aktivitas yang dilakukan, dan pendapat mereka.

Semua ini dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Sebagai contoh, bisa ditemukan bahwa pelanggan berusia lanjut cenderung lebih tertarik pada produk yang sehat. Kelompok psikografis juga dapat mencakup kombinasi dari jenis segmentasi lain seperti usia atau agama (demografi) atau lokasi (geografi).

4. Segmentasi Perilaku

Segmentasi ini membagi konsumen berdasarkan perilaku atau karakteristik khusus pelanggan, dan dapat lebih diperinci berdasarkan tingkat kesadaran, loyalitas, manfaat, respons, dan penggunaan produk.

Contohnya, pengelompokan berdasarkan perilaku pelanggan saat mengunjungi situs web penjualan, seperti halaman yang mereka kunjungi, tautan yang mereka klik, waktu berbelanja, frekuensi kunjungan, dan lain-lain.

Informasi lain yang dapat diperoleh dari aktivitas mereka ketika menggunakan produk. Apakah mereka sering membeli ulang atau membuat keputusan pembelian secara impulsif atau reaktif.

Segmentasi pelanggan dapat membuka peluang penjualan lebih besar. Melakukan marketing tanpa membuat segmentasi yang jelas, justru membuat strategi marketing yang dilakukan tidak efektif. Akibatnya, penjualan tidak maksimal, dan biaya marketing pun terbuang percuma.

Scroll to Top