Masyarakat Senantiasa Mengalami Perubahan Sosial Budaya

Mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya? Untuk kamu yang mendapat PR sosiologi dari sekolah, dan sedang mencari pertanyaan itu, berikut ini adalah penjelasan mengenai jawaban “mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya”?

Jawaban mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya

Jawabannya adalah sebagai berikut:

Alasan mengapa orang-orang terus mengalami perubahan sosial budaya, karena orang selalu mengalami perubahan mulai dari perubahan jumlah penduduk, penemuan-penemuan baru, konflik dan terjadinya pemberontakan disuatu negara, perubahan lingkungan alam, dan pengaruh budaya lain.

Secara rinci, kita dapat memetakan beberapa faktor penting yang paling berpengaruh mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya

1. Masyarakat mengalami perubahan sosial budaya karena faktor lingkungan alam (geografis)

Beberapa perubahan geografis di daerah penduduk suatu negara bisa menjadi alasan mengapa perubahan sosial di masyarakat terjadi. Perubahan yang diakibatkan karena pengaruh geografis misalkan bencana alam, seperti dengan perubahan iklim yang ekstrim, angin topan, erosi, gempa bumi, banjir, kekeringan yang mempengaruhi kehidupan sosial dan mendorong perubahan sosial. Hal ini karena kehidupan manusia sangat berpengaruh dan berkaitan erat dengan kondisi geografis.

Kualitas peradaban, bahkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pakaian, makanan dan kebiasaan kita makan, desain tempat tinggal, dll, semua dipengaruhi oleh geografi. Contohnya seperti di negara-negara Kazakhstan memilih tinggal di tenda-tenda karena mereka adalah bangsa dengan mata pencaharian berburu. Masyarakat di daerah pedesaan dan hutan akan untuk membangun rumah di atas pohon untuk menghindari binatang buas.

Perubahan fisik di lingkungan memaksa beberapa orang untuk bermigrasi dalam besar dan membawa perubahan besar dalam nilai-nilai sosial dan budayanya. Migrasi itu mendorong perubahan, saat ia mempengaruhi kebudayaannya ke sebuah kelompok atau warga asli di lingkungan baru, karena kontak sosial baru maka hal itu memaksa mereka untuk mengikuti perubahan itu.

2. Masyarakat mengalami perubahan sosial budaya karena faktor demografi (biologis)

Umumnya, demografi adalah berkaitan dengan ukuran dan struktur populasi manusia. Struktur sosial masyarakat memiliki hubungan dekat dengan perubahan jumlah penduduk dan komposisi masyarakat itu sendiri. Ukuran jumlah orang dalam populasi mempengaruhi tiga faktor, yaitu tingkat kelahiran, tingkat kematian dan migrasi (imigrasi dan emigrasi).

Jumlah dan komposisi masyarakat, seperti jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, peran (pencari nafkah) menjadi salah satu alasan dari perubahan sosial dan budaya pada masyarakat. Contoh lain yaitu jumlah perempuan dan  jumlah laki-laki yang tidak sama dapat menyebabkan budaya poligami. Dan sebaliknya.

Komposisi penduduk tergantung pada variabel-variabel seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, dan penduduk yang sudah mendapat pendidikan atau melek huruf (bisa membaca), dll. Perubahan dalam struktur demografi, dapat disebabkan oleh perubahan tingkat kematian. Hal ini akan mengakibatkan perubahan rasio kependudukan berdasarkan peran mereka sebagai pencari nafkah (pekerja).

Perubahan tersebut dapat mengakibatkan keluarga, kekerabatan, politik dan lembaga lainnya. Ukuran populasi sangat mempengaruhi setiap individu dalam setiap masyarakat.

Misalnya, dalam masyarakat yang memiliki populasi miskin yang tinggi. Tentu hal ini bisa mengurangi keuntungan ekonomi (APBN melalui tarikan pajak) dan dapat mempengaruhi hal-hal lain seperti pendidikan. Dengan kata lain terlalu banyak orang bisa melemahkan ekonomi yang dapat meningkatkan jumlah pengangguran yang tidak memiliki penghasilan yang layak.

Analisis populasi menunjukkan bahwa ada hubungan antara perubahan demografis dan variabel ekonomi, sosial dan budaya seperti kemiskinan, buta huruf, kesehatan yang buruk, struktur keluarga, bentuk perkawinan, pekerjaan, dll. Pertumbuhan penduduk adalah faktor yang mempengaruhi yang paling besar.

Kemiskinan juga memiliki pengaruh erat pada ukuran kesehatan. Negara-negara dengan populasi besar (misalnya Cina dan India) lebih miskin dari negara-negara yang tidak memiliki banyak orang. Ketidakseimbangan gender dalam bentuk perkawinan (monogami atau poligami). Menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak pria daripada wanita, menggunakan sistem poliandri. Poligini umumnya ditemukan di masyarakat di mana perempuan lebih dari laki-laki.

Populasi setiap masyarakat terus berubah baik dalam jumlah. Perubahan populasi telah terjadi sepanjang sejarah manusia karena migrasi, perang, wabah penyakit, kebiasaan perubahan, dll Di zaman modern, adopsi untuk pertumbuhan penduduk, yaitu, kontrol kelahiran dan aborsi (di Indonesia hal ini dilarang) juga mempengaruhi jumlah dan komposisi struktur penduduk.

3. Masyarakat mengalami perubahan sosial budaya karena faktor ekonomi

Dampak ekonomi, dampak yang paling terlihat adalah kurangnya kemajuan di bidang industrialisasi. Kemajuan mereka dalam industri telah merevolusi cara orang hidup, lembaga, organisasi dan kehidupan masyarakat itu sendiri. Dalam sistem produksi tradisional, tingkat produksi akan relatif dan statis, tidak ada inovasi dan perubahan karena kegiatan produksi disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan orang.

Kapitalisme industri modern mendorong setiap perusahaan untuk melanjutkan teknologi produksi lebih modern, untuk membawa berbagai produk baru dengan banyak variasi yang membuat masyarakat merasa perlu untuk hal-hal itu.

Contoh perubahan sosial karena faktor ekonomi adalah model dari setiap produk jika itu dianggap tidak layak untuk digunakan. Di masyarakat pedesaan, produk yang tidak cocok karena sudah rusak. Misalnya, pakaian dipakai dan diganti apabila pakaian rusak. Tetapi dalam masyarakat modern, membeli pakaian bisa karena alasan model sudah ketinggalan jaman dan modis.

4. Masyarakat mengalami perubahan sosial budaya karena faktor politik

Negara adalah organisasi yang paling kuat yang mengatur hubungan sosial. Ia memiliki kekuatan untuk membuat undang-undang baru, mencabut peraturan lama untuk membawa perubahan sosial di masyarakat. Hukum secara langsung mempengaruhi perubahan budaya dan sosial tertentu dalam masyarakat, meskipun undang-undang sering dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya dan sosial setempat.

Undang-undang tentang pernikahan anak, perceraian, warisan dan aturan lainnya adalah contoh dari faktor-faktor yang telah membawa banyak perubahan dalam struktur sosial.

Contohnya adalah faktor politik seperti alasan mengapa guru tidak boleh memukul anak walaupun anak tersebut nakal. Salah satu alasannya karena ada undang-undang tentang perlindungan anak-anak

Nah itulah jawaban mengapa masyarakat senantiasa mengalami perubahan sosial budaya. Sekarang kalian sudah tahukan jawaban dari pertanyaan tersebut

Tinggalkan komentar