Home » Pelajaran » Kesenian » Jelaskan Jenis Musik pada Iringan Tari? Ini Penjelasannya

Jelaskan Jenis Musik pada Iringan Tari? Ini Penjelasannya

jelaskan jenis musik pada iringan tari ini penjelasannya 5102

Jelaskan jenis musik pada iringan tari – Musik pengiring adalah musik yang digunakan untuk menemani atau pengiring tarian. Tanpa musik iringan maka tarian akan terasa membosankan. Pengiring musik dibagi menjadi 2 elemen, yaitu iringan musik diatonis atau modern dan iringan musik tradisional. Di mana elemen-elemen ini dapat dikolaborasi sesuai dengan kreativitas.

Jenis musik iringan tari

Cara menggunakan alat musik pengiring di setiap wilayah bervariasi dan berbeda. Secara umum, jenis musik iringan dalam tarian tradisional dibagi menjadi 2, yaitu pengiring internal dan iringan eksternal.

Musik iringan tari internal

Merupakan jenis iringan tarian yang dihasilkan oleh suara gerakan penari, seperti suara tangan, contohnya pada tari Saman, suara gelang logam dari tarian Belian, dan suara piring tarian lilin.

Musik iringan tari eksternal

Sementara itu, iringan eksternal adalah iringan tarian yang dihasilkan bukan dari suara yang dihasilkan penari atau orang lain. Suara tersebut bisa berupa serangkaian kata, nyanyian, irama, dan musik yang lebih beragam.

Di Indonesia ada beberapa musik iringan yang digunakan untuk menemani tarian tradisional. Di antara musik tersebut, misalnya seperti Gambang Kromong, musik Goong Luang, musik Senandung Jolo, dan lainnya.

Fungsi musik pengiring tarian

Fungsi musik pengiring tarian memiliki peran penting. Secara umum, fungsi iringan musik dalam tarian dapat didefinisikan sebagai penghibur dan pelengkap tarian. Pengiring musik tersebut dapat mendukung nuansa dalam tarian, sehingga terkesan lebih hidup dan pesan yang disampaikan oleh audiens dapat diterima. Fungsi lain dalam musik pengiring dalam tarian tradisional, yaitu sebagai berikut:

  1. Sebagai pendampingan gerakan tari, sehingga penari akan lebih mudah dalam menghafal gerakan.
  2. Membuat penonton lebih mudah menghayati tarian, sehingga penonton lebih mudah membayangkan situasi yang dibawa oleh penari.
  3. Membangun euforia, dalam hal ini musik iringan berfungsinya memberikan kesan dramatis dan membuat suasana tidak monoton. Dengan begitu, nuansa yang ditampilkan lebih terasa sesuai tujuan cerita.
  4. Menambahkan nilai seni dalam tarian, sehingga gerakan dan tema yang dibawa akan terasa lebih indah.