Instagram Ads vs Influencer Marketing, Mana yang Lebih Prospektif

Beranda ยป Instagram Ads vs Influencer Marketing, Mana yang Lebih Prospektif

Ketika diharuskan memilih antara Instagram Ads dan influencer untuk kebutuhan marketing, maka pahami dahulu keuntungan dan kerugian antar keduanya. Setelah membandingkan, baru tentukan mana yang paling prospektif bagi kebutuhan marketing yang dijalankan. Bagi yang belum tahu keuntungan dan kerugian antara Instagram ads dan influencermarketing, berikut penjelasanya:

Apa itu Instagram Ads

Instagram Ads adalah fitur yang memungkinkan para bisnis untuk memasarkan produk atau jasa mereka dengan target yang spesifik di platform Instagram. Menggunakan Instagram Ads secara efektif dapat membantu bisnis tumbuh dan dikenal audiens secara lebih luas dan cepat. Apa kelebihan dan keuntungan menggunakan Instagram Ads? Berikut penjelasannya:

Kelebihan Instagram Ads?

Berikut beberapa kelebihan menggunakan Instagram Ads:

1. Jenis Iklan yang Beragam

Instagram Ads menawarkan beberapa jenis iklan yang memudahkan pebisnis sesuai kebutuhan. Jenis iklan yang tersedia, yaitu Single Image Ads, Instagram Carousel Ads, Instagram Video Ads, Slideshow Ads, Instagram Lead Ads, dan Instagram Stories Ads.

2. Meningkatkan Brand Awareness

Instagram memiliki jumlah pengguna yang besar, sehingga dapat membantu meningkatkan brand awareness produk ataupun bisnis. Dengan begitu, calon konsumen bisa lebih mengenal brand atau produk tersebut, serta apa yang ditawarkannya. Semakin dikenal brand atau produk tersebut, semakin terpercaya dan besar kemungkinan audiens akan membelinya.

3. Meningkatkan Kemungkinan Transaksi

Dengan Instagram Ads, kita bisa menargetkan audiens sesuai dengan target pasar. Jika audiens tertarik, kemungkinan mereka mengklik iklan kita juga semakin besar. Untuk text call to action sendiri, kita bisa sesuakian. Jika copywriting call-to-action yang dibuat menarik, kemungkinan mereka melakukan transaksi juga semakin besar.

4. Mengarahkan Traffic ke Website atau Channel Penjualan

Seperti poin sebelumnya, Instagram Ads tidak hanya menyediakan tombol call-to-action, namun juga mengarahkan audiens ke landing page atau channel penjualan. Kita bisa memilih marketplace, landing page, website, atau layanan chat seperti Whatsapp.

5. Jangkauan dan Engagement yang Tinggi

Selain meningkatkan brand awareness, Instagram Ads dapat menjangkau lebih banyak audiens yang sesuai target market yang dipilih. Kita juga bisa melihat berapa jumlah orang yang menyukai, menyimpan, membagikan, atau mengunjungi profil Instagram kita.

6. Target Iklan yang Lebih Spesifik

Instagram Ads memungkinkan kita menentukan preferensi audiens yang ingin ditargetkan, termasuk jenis kelamin, usia, lokasi demografi, minat, dan hobi mereka.

Kekurangan Instagram Ads

Meskipun Instagram Ads memiliki banyak kelebihan, ada beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Algoritma yang Berubah-Ubah

Algoritma Instagram dapat berubah secara konsisten tanpa pemberitahuan lebih lanjut. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja konten dan akun Instagram kita. Jika tidak up to date dan menyesuaikan algoritma tersebut, performa akun Instagram akan menurun.

2. Persaingan yang Ketat

Dengan bertambahnya pengguna Instagram, persaingan untuk menjangkau target audiens juga semakin ketat. Jika market diisi oleh banyak brand dan bisnis sejenis, maka persaingan sesama pebisnis akan semakin ketat.

3. Interaksi dan Komen Negatif

Instagram Ads akan mendorong audiens tidak hanya melihat konten, tetapi juga bisa membalas komentar, mengirim pesan langsung, dan bentuk interaksi lainnya. Hal ini bisa berdampak buruk jika komentar tersebut berisi kata-kata negatif yang bisa mempengaruhi citra brand.

4. Tidak Memiliki Fitur Transaksi Langsung

Instagram tidak menyediakan fitur transaksi langsung di platform-nya. Namun, kita masih bisa menggunakan tombol call-to-action untuk mengarahkan audiens ke proses transaksi lain seperti website.

Sayangnya, jika kecepatan website lambat dan alur transaksi di website cukup panjang, kemungkinan besar audiens tidak akan melanjutkan proses transaksi hingga selesai.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan Instagram Ads. Pertimbangkanlah faktor-faktor di atas sebelum memutuskan apakah bisnis kita sudah harus menggunakan Instagram Ads atau tidak.

Opsi selanjutnya adalah influencer marketing. Apakah strategi pemasaran ini lebih cocok? Berikut kelebihan dan kekurangan menggunakan influencer sebagai strategi marketing.

Apa itu Influencer?

Influencer adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi dan menginspirasi audiens untuk melakukan sesuatu melalui konten yang mereka bagikan. Berbeda dengan selebgram yang umumnya sudah terkenal, seorang influencer tidak selalu menjadi artis atau selebriti.

Mereka bisa dari kalangan orang biasa yang dikenal karena konten yang mereka buat dan menjadi public figure di sosial media.

Banyak brand yang memanfaatkan influencer sebagai sarana mempromosikan brand atau produknya. Salah satu cara yang umum adalah endorsement, dimana influencer memberikan testimoni atau merekomendasikan produk ke follower-nya. Dengan harapan, para pengikutnya akan terpengaruh dari apa yang direkomendasinya.

Jenis-Jenis Influencer

Ada beberapa influencer berdasarkan jumlah pengikutnya. Jumlah tersebut juga menentukan pola interaksi mereka:

1. Micro Influencer

Jumlah pengikutnya tidak melebihi 10 ribu. Meski tidak terlalu besar, namun audiens dan interaksi yang terjalin biasanya lebih dekat. Konten yang dihasilkan oleh micro influencer cenderung relevan dan otentik.

2. Macro Influencer

Jumlah pengikutnya berkisar di atas 100 ribu. Influencer ini umumnya sudah terkenal, meskipun bukan selebritis. Mereka memiliki pengikut yang fanatik dan tingkat interaksi dan keterlibatan audiens yang cukup tinggi.

3. Premium Influencer

Jumlah pengikutnya mencapai jutaan. Influencer jenis ini dapat membantu menjangkau pasar yang lebih luas, namun interaksi dengan pengikutnya tidak sekuat jenis influencer sebelumnya. Karena jumlah pengikut yang terlalu besar dan beragam, maka interaksi yang terjalin cenderung terbatas.

4. Selebgram

Merupakan selebritis yang juga aktif menggunakan Instagram. Mereka sudah memiliki reputasi terkenal sebelum menggunakan Instagram. Akun Instagram mereka biasanya digunakan sebagai fanbase para penggemarnya. Selebgram juga sering bekerja sama dalam endorsement produk atau jasa tertentu.

Keuntungan Menggunakan Influencer

Berikut adalah beberapa keuntungan menggunakan jasa influencer:

1. Produk dan Bisnis Menjadi Sorotan

Sebagai influencer, peran mereka adalah memberikan pengaruh bagi brand atau produk. Setiap kali seorang influencer menggunakan produk atau jasa tertentu, pengikutnya akan penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak. Influencer yang berkualitas mampu mempromosikan produk atau jasa yang di-endorse-nya dengan jujur, organik, dan profesional. Dengan begitu, produk atau brand akan mendapatkan sorotan dan perhatian publik.

2. Jenis Layanan Endorsement yang Beragam

Endorsement dari influencer dapat disesuaikan dengan keinginan. Apakah endorsement ingin ditampilkan dalam feed, menggunakan hastag tertentu, atau ingin ditampilkan di Instagram story atau highlight story influencer tersebut.
Jenis konten yang dipilih juga beragam, seperti foto, carousel, video pendek, video reels, atau live Instagram.

Rate card yang dikenakan oleh influencer bervariasi, tergantung jenis influencer, konten dan sejauh mana keterlibatan mereka pada endorsement tersebut. Sebagai contoh, endorsement yang hanya melibatkan satu kali posting tentu berbeda dengan yang menjadi brand ambassador. Setiap influencer memiliki rate card-nya masing-masing.

3. Meningkatkan Kepercayaan Audience pada Brand

Influencer yang memberikan testimoni atau merekomendasikan suatu produk, juga akan membuat follower-nya percaya pada produk atau bisnis tersebut. Bisa dibilang, testimoni tersebut seolah menjadi jaminan bahwa konten yang disajikan jujur dan sesuai dengan apa yang dibicarakan influencer tersebut.

Biasanya, produk atau jasa yang ditawarkan oleh influencer akan lebih jelas karena influencer cenderung memberikan informasi lebih mendalam tentang brand atau produk tersebut.

4. Menaikan Interaksi dan Keterlibatan Audiens

Influencer dapat menjadi perpanjangan tangan dalam membangun keterlibatan dan interaksi antar brand dengan audiens. Mereka memiliki interaksi yang kuat dengan para pengikutnya melalui komentar, pesan pribadi, dan bentuk kolaborasi lainnya.

Dengan menggunakan influencer, bisnis tingkat keterlibatannya pengguna akan lebih tinggi. Jangkauan dan interaksi yang dihasilkan akan kuat dan luas.

Kekurangan Menggunakan Influencer

Meskipun menggunakan influencer memiliki banyak kelebihan, namun ada juga beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan:

1. Bisa mempengaruhi citra produk atau brand

Penting untuk memilih influencer yang sesuai dengan karakteristik dan jenis bisnis kita. Konten yang dibuat influencer haruslah sesuai dengan produk atau bisnis yang meng-endorse-nya. Tujuannya agar konten terlihat alami dan autentik. Jika terlalu memaksakan influence tanpa mempertimbangkan karakter dan sikap personalnya, yang ada malah menurunkan kredibilitas brand itu sendiri. Apalagi jika influencer tersebut sedang mengalami kasus tertentu, sudah pasti bisa merusak citra brand dan kepercayaan audiens.

2. Brand Terlalu Tergantung pada Influencer

Ketika menggunakan influencer yang sama secara terus menerus, tanpa disadari brand akan bergantung pada influencer tersebut. Jika influencer tersebut berhenti bekerja sama, maka popularitas brand akan menurun. Hal itu akan berdampak kurang baik. Oleh karena itu, penting memiliki strategi pemasaran yang beragam agar tidak terlalu bergantung hanya pada satu influencer.

3. Tingkat Interaksi yang Tinggi Tidak Berpengaruh pada Konversi

Meskipun influencer mampu meningkatkan keterlibatan audiens, tidak semua follower yang berinteraksi akan membeli produk atau jasa yang direkomendasikannya. Tidak semua pengikut influencer tersebut adalah audiens potensial dan target pasar bisnis kita. Meskipun jumlah follower-nya besar, perhatikan juga karakteristik dan preferensi follower-nya. Kedua hal itu tentu mempengaruhi penjualan dan tingkat konversinya nanti.

4. Hasil Kampanye yang Sulit Diukur

Keberhasilan kampanye dengan influencer akan sulit diukur. Meskipun bisa melihat jumlah like, komentar, dan berbagai metrik lainnya, hal itu tidak selalu selaras dengan konversi penjualan.

Penting untuk melihat metrik lain yang lebih jelas, sehingga hasil kampanye bisa lebih objektif. Dengan begitu, proses evaluasi yang dilakukan bisa menjadi masukan untuk kampanye selanjutnya agar lebih terstruktur dan efektif.

Menggunakan influencer dalam strategi pemasaran dapat menjadi cara yang efektif untuk mempromosikan brand dan bisnis. Apalagi keterlibatan influencer sangat mempengaruhi pilihan dan perilaku audiensnya. Namun ingat! Penting untuk memilih influencer sesuai dengan kebutuhan dan preferensi bisnis. Pilihlah secara bijak dengan mempertimbangkan apakah karakteristik dan kredibilitasnya sesuai dengan brand dan jenis bisnis yang kita jalani.

Pilih Instagram Ads atau Influencer marketing?

Ketika menentukan mana yang lebih efektif antara Instagram Ads dan influencer, maka tidak ada jawaban yang pasti. Semuanya tergantung pada jenis bisnis, anggaran pemasaran, dan tujuan promosi.

Jika bisnis sudah mapan dan memiliki dana yang cukup, cobalah keduanya terlebih dahulu. Bandingkan hasilnya keduanya dan pilih yang paling menguntungkan dan menghasilkan konversi. Dengan melakukan pengukuran terlebih dahulu, maka kita bisa menentukan pendekatan mana yang lebih efektif.

Jika baru memulai bisnis dengan banyak keterbatasan, ada baiknya fokus pada trafik organik di Instagram terlebih dahulu. Lalu pilih jenis influencer yang memiliki basis pengikut dan rate card yang sesuai. Dengan cara ini, proses marketing akan lebih terjangkau.

Jika sudah memiliki anggaran lebih, barulah perluas brand awareness dengan Instagram Ads dan lakukan endorsement ke influencer dengan basis follower yang lebih besar

Perhatikan juga margin yang didapat dari kampanye tersebut. Evaluasilah sesuai kebutuhan dengan hati-hati sebelum membuat keputusan.

Scroll to Top