Home » Pelajaran » Olahraga & Kesehatan » Cara Mengobati Kutu Air, Ini 5 Obat Medis atau 7 Bahan Alaminya

Cara Mengobati Kutu Air, Ini 5 Obat Medis atau 7 Bahan Alaminya

  • by
CARA MENGOBATI KUTU AIR

Ketika musim hujan datang, tidak jarang kaki menjadi basah karena jalan berlumpur dan air masuk ke permukaan sepatu. Kondisi seperti ini dapat meningkatkan risiko kutu air. Kutu air tidak hanya dapat mengganggu penampilan saja, namun juga mengganggu kegiatan sehari-hari kamu.

Kutu air adalah suatu kondisi timbulnya membran putih di sela-sela jari kaki yang biasa disebabkan jamur kulit. Kaki yang lembap atau hangat lokasi favorit bagi jamur untuk tumbuh. Itulah mengapa risiko terkena kutu ai akan meningkat di musim hujan. Jika kamu terkena kutu air, kamu akan merasa gatal dan rasa saki di sela-sela jari kaki. kulit yang terinfeksi juga menjadi retak dan terkelupas.

Gejala air kutu

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang penyebab kutu air, mari kita berkenalan terlebih dahulu seperti apa tanda-tanda dan gejala seseorang terkena kutu air. Tanda dan gejala kaki terjangkit kutu air adalah sebagai berikut:

  1. Kulit kaki retak, mengelupas sering ditemukan di sela-sela lipatan antara jari kaki atau jari kaki.
  2. Kemerahan dan gatal-gatal
  3. Biasanya akan terasa perih, menyakitkan, terutama ketika kontak dengan air
  4. Lecet pada kaki dapat menjadi berkerak atau borok
  5. Kuku menjadi lebih tebal dan dapat berubah warna
  6. Kutu air juga dapat menyebar ke telapak kaki, pangkal paha, ketiak atau tangan, terutama jika kamu menggaruk daerah yang terinfeksi dan kemudian menyentuh tempat lain

Penyebab air kutu

Jamur pada kutu air adalah jenis yang sama dengan jamur yang menjadi penyebab kurap. Seseorang lebih mudah terserang kutu air ketika mengenakan kaus kaki basah. Risiko ini akan meningkat saat berkeringat dan memakai sepatu.

Jika seseorang sudah memiliki masalah ini dan ia berjalan di lantai tanpa alas kaki, maka orang lain juga bisa terinfeksi jika juga berjalan tanpa alas kaki di lantai yang terkontaminasi tersebut. Demikian pula ketika menggunakan kaus kaki, sepatu, atau handuk yang ia gunakan.

Obat kutu air medis

Ketika mengalami gatal karena kutu air, segera diatasi dengan obat-obatan medis yang bisa kamu dapatkan di apotek. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Ada berbagai pilihan obat yang dapat digunakan, yaitu:

1. Miconazole

Miconazole adalah obat anti jamur yang digunakan untuk mengobati infeksi. Obat-obat ini biasa digunakan untuk menyembuhkan infeksi jamur pada sela-sela jari kaki. Miconazole termasuk obat anti jamur yang disebut imidazol, yang dapat menghentikan pertumbuhan jamur atau yang bisa menyebabkan infeksi.

Selain kutu air, mikonazole juga bisa mengobati tinea corporis (kurap) dan cruris tinea (gatal atlet, infeksi jamur pada kulit di pangkal paha atau bokong).

2. Klotrimazol

Klotrimazol adalah obat anti jamur lain yang digunakan untuk infeksi karena kutu air. Klotrimazol krim juga dapat digunakan pada kulit untuk infeksi jamur. Klotrimazol dapat menghambat biosintesis sterol, terutama ergosterol, merupakan komponen penting dari membran sel jamur, sehingga dapat merusak dan mempengaruhi permeabilitas membran sel pada jamur tersebut.

4. Butenafine

Butenafine juga dapat digunakan sebagai obat anti jamur untuk melawan infeksi yang disebabkan oleh jamur. Butenafine digunakan untuk kutu air atau infeksi kaki dan kurap atlet. Butenafine tidak dianjurkan untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun dan orang-orang yang alergi terhadap obat ini.

5. Tolnaftate

Tolnaftate adalah obat anti jamur sintetis yang dijual bebas. Tolnaftate tersedia dalam bentuk krim, bubuk, semprot, atau aerosol cair, dan digunakan untuk mengobati kutu air di kaku dan kurap. Obat kutu air ini tersedia di apotek dengan beberapa merek. Pastikan memilih sesuai dengan kondisi kulit.

Tolnaftate juga dapat digunakan dengan anti jamur lainnya, untuk mengobati infeksi pada kuku, kulit kepala, telapak tangan, dan telapak kaki. Bubuk aerosol juga dapat digunakan untuk mencegah kutu air.

Sebelum menggunakan salah satu obat kutu air yang telah dijelaskan di atas, ikuti semua petunjuk pada label dan obat kemasan. Akan lebih baik jika berkonsultasi dengan dokter atau perawatan kesehatan kamu terlebih dahulu semua kondisi kesehatan, medis dan alergi yang kamu miliki.

7 Cara mengobati kutu air dengan bahan air alami

Selain menggunakan obat kutu air medis di apotek, ada berbagai cara mengobati kutu air dengan bahan-bahan alami yang dapat kamu coba di rumah, di antaranya:

1. Aloe Vera Gel

Bagaimana mengobati kutu air? Kamu dapat dengan mudah menggunakan lidah buaya. Gel lidah buaya adalah antiseptik dan anti-inflamasi yang baik untuk membantu memperbaiki luka kulit, baik lecet atau bengkak.

Cara menggunakannya, kamu dapat mengoleskan di daerah kulit yang terkena penyakit kutu air secara merata untuk mencegah peradangan. Lakukan pengobatan ini ketika kutu air telah kempes.

2. Cuka Apel

Bagaimana mengobati kutu air alami menggunakan larutan cuka? Sebelumnya kita akan membahas khasiat cuka apel ini. Cuka sari apel diketahui mengandung asam malat, yang berfungsi sebagai anti-jamur dan anti bakteri.

Cara menggunakannya terbilang mudah, cuci kaki dengan sabun dan air hangat, kemudian keringkan dengan handuk. Kemudian, campurkan satu cangkir cuka dengan empat gelas air.

Rendam kaki dalam larutan selama dua kali sehari sehingga kutu air di kaki segera menghilang. Terakhir, keringkan kaki dengan handuk. Ingat, jangan gunakan handuk ke bagian tubuh lain untuk mencegah penyebaran jamur. Selain itu, jangan gunakan air yang sama untuk mandi berikutnya.

Jika infeksi kutu air masih tergolong ringan, kamu hanya cukup menggosokkan dengan kapas atau kain yang dicelupkan ke dalam larutan cuka. Tekan kain atau kapas tersebut selama beberapa menit, lakukan pengobatan ini dengan dua kali sehari.

3. Cinnamon (kayu manis)

Cara mengobati kutu air alami lainnya adalah kayu manis. Bahan dapur ini diyakini untuk menghilangkan jamur kaki yang menyebabkan kutu air di telapak kaki. Bagaimana caranya, rendam empat atau lima batang kayu manis di sekitar 3,7 liter air panas. Tunggu hingga air menjadi hangat, lalu rendam kaki kamu selama beberapa menit.

4. Lemon

Lemon adalah obat alami yang dipercaya untuk membunuh bakteri dan jamur pada kaki. Sementara itu, bau lemon dapat membuat jari-jari kaki menjadi harum dan segar. Cara mengobati kutu air di kaki dengan lemon, yaitu dengan mengoleskannya dengan kapas yang telah dicampur dengan air. Lakukan metode ini beberapa kali sehari.

5. Bawang putih

Cara mengobati kutu air yang dapat kamu lakukan di rumah selanjutnya dengan bantuan bawang putih. Antiseptik yang terkandung dalam bawang putih diyakini dapat mengobati masalah kutu air di telapak kaki. Bagaimana cara menggunakan bahan ini untuk mengatasi kutu air? Caranya dengan merendam kaki selama 30 menit dalam air yang di campur dengan tiga atau empat siung bawang putih yang telah di cincang.

Selain itu, kamu juga dapat menggunakan campuran dua siung minyak bawang putih dan zaitun untuk meredakan masalah kulit yang terinfeksi. Jangan lupa untuk menggunakan kapas atau kain ketika menerapkan cara ini.

6. Teh hitam

Kandungan asam tanat dalam teh hitam adalah obat kutu air alami yang diyakini mampu melawan jamur dan mengatasi kutu air di kaki.

Rendam enam kantong teh hitam ke dalam satu liter air hangat. Lalu rendam kaki kamu dalam larutan teh atau menggosoknya beberapa kali sehari.

7. Garam

Obat alami ini mengandung anti bakteri yang dapat menghentikan dan mendorong pengembangan jamur pada jari kaki yang diakibatkan jamur kutu air.

Larutkan satu sendok teh garam dalam satu cangkir air hangat. Lalu rendam kaki kamu dalam larutan ini selama 10-15 menit. Kamu dapat melakukan cara ini setiap hari sampai kutu air mereda.

Nah, itulah beberapa obat kutu air di apotek dan obat dari bahan alami yang dapat kamu gunakan. Namun perlu diingat, obat alami yang telah disebutkan di atas akan lebih baik jika didukung dengan resep dokter, dan petunjuk penggunaannya.

Sementara itu, sebagai tindakan pencegahan, pastikan kaki kamu selalu dalam kondisi kering untuk menghindari jamur menyebar ke bagian tubuh lainnya.