Bahasa Jurnalistik dan Cara Menulis Berita Sesuai Kaidah Jurnalistik

Beranda » Bahasa Jurnalistik dan Cara Menulis Berita Sesuai Kaidah Jurnalistik

Bahasa jurnalistik adalah bahasa yang umum digunakan oleh para profesi wartawan.

Bahasa ini juga dikenal dengan bahasa pers.

Berbeda dengan ragam bahasa pada percakapan umum, bahasa jurnalistik justru disajikan secara demokratis dan populis.

Hal ini dikarenakan dalam bahasa jurnalistik tidak tidak mengenal istilah kasta pada diri seseorang.

Contoh mudahnya, jika pada percakapan sehari-hari kita menyebut seseorang yang lebih tua menggunakan kata “Pak”, maka dalam bahasa jurnalistik hal itu tidak perlu dilakukan.

Seperti:

“Bapak Rudi”

Dalam bahasa jurnalistik, kita hanya perlu menulis namanya saja atau “Rudi” saja.

Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa bahasa jurnalistik memandang semua orang berada diposisi yang sama dan berimbang.

Tidak ada pengistimewaan seseorang tanpa terkecuali.

Lebih lanjut, A.M Dwabrata menyatakan bahwa bahasa jurnalistik merupakan salah satu ragam bahasa Indonesia bagi wartawan atas pers, dan menjadi bahasa resmi para profesi penulis berita dan media.

Pers atau media yang menggunakan bahasa jurnalistik akan dilihat dari cara dan kualitasnya ketika menyampaikan topik atau isu tertentu.

Ciri-ciri bahasa jurnalistik

Bahasa jurnalistik dapat dikategorikan berdasarkan 16 kriteria atau ciri utama, yaitu:

Sederhana

Sederhana berarti selalu memilih kata atau kalimat yang mudah dimengerti oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat.

Singkat

Singkat memiliki arti langsung menuju kepada pokok permasalahan. Bahasa jurnalistik dilarang menyampaikan pemberitaan secara bertele-tele atau berputar-putar.

Mengapa? Karena hal ini dapat menyulitkan pembaca dalam menanggapi maksud atau informasi yang disampaikan.

Sarat dengan Informatif

Artinya, setiap kalimat yang disampaikan harus memuat banyak informasi penting dan menarik.

Sehingga, bahasa jurnalistik layak disajikan kepada khalayak luas.

Lugas

Lugas berarti tegas tidak membuat ambigu atau tidak membingungkan pembaca.

Dengan begitu, pembaca dapat menangkap maksud atau tujuannya.

Jelas

Jelas berarti mudah dipahami. Jelas juga memiliki arti jika bahwa bahasa jurnalistik harus tersusun sesuai dengan kaidah bahasa baku Indonesia, yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan (SPOK)

Jernih

Maksudnya, tidak menyembunyikan sesuatu hal atau menutup-nutupi hal-hal negatif. Dan, tidak juga memberitakan informasi yang dapat mengarah kepada fitnah ataupun prasangka.

Menarik

Bahasa jurnalistik harus mampu membangkitkan minat dari pembaca, memicu perhatian khalayak, memicu selera membaca dan membuat pembaca penasaran.

Demokratis

Bahasa jurnalistik tidak mengenal tingkatan pangkat, kasta atau usia.

Bahasa jurnalistik memiliki penyetaraan status sosial dan netral, sehingga akan memperlakukan siapapun sama rata tanpa adanya perbedaan tingkat, baik presiden, buruh, petani, pemulung serta profesi lainnya.

Populis

Setiap kata, istilah atau kalimat apapun bentuknya, haruslah yang familiar di telinga masyarakat.

Logis

Apapun yang ada dalam kata, istilah, kalimat atau paragraf harus dapat diterima dan tidak bertentangan dengan akal sehat.

Gramatikal

Kata atau kalimat apapun yang digunakan dan dipilih pada setiap penggunaan bahasa jurnalistik harus mengikuti kaidah tata bahasa baku.

Tidak menggunakan kata tutur

Maksudnya, menghindari penggunaan bahasa sehari-hari atau bahasa informal.

Bahasa sehari-hari, contohnya adalah bahasa yang sering digunakan di tempat umum, seperti warung kopi, terminal ataupun pasar

Hindari kata dan istilah asing

Dalam penggunaan bahasa jurnalistik, usahakan untuk tidak terlalu banyak menggunakan istilah atau bahasa asing.

Selain tidak informatif, bahasa asing bisa membingungkan para pembaca. Khususnya, pembaca yang belum begitu memahami bahasa asing.

Pilih kata yang tepat

Setiap kalimat yang disusun tidak harus produktif, tetapi tidak boleh keluar atau melenceng dari asas efektivitas bahasa yang tepat.

Pilihlah kalimat aktif

Kalimat aktif lebih disukai dibandingkan kalimat pasif.

Menghindari istilah teknis

Kata teknis biasanya digunakan dalam beberapa bidang khusus, seperti dunia kedokteran, teknologi, ataupun lainnya.

Kata-kata teknis biasanya hanya dimengerti oleh kalangan tertentu saja.

Cara menulis berita sesuai kaidah jurnalistik

Pada peraktiknya, ternyata tidak semua orang bisa melakukannya.

Memahami cara menulis berita yang baik memang bukanlah sebuah kewajiban.

Namun, tidak ada salahnya juga mempelajarinya dan mengenal bagaimana penulisan berita jurnalistik dilakukan.

Terlebih, jika memang kita memiliki niat melanjutkan kuliah jurusan komunikasi jurnalistik.

Cara menulis berita dengan 5W + 1H

Rumus ini sebenarnya digunakan untuk menjabarkan sebuah peristiwa melalui kata tanya What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Who (Siapa), Why (Mengapa) dan How (Bagaimana).

Buat judul

Untuk menerapkan 5W + 1H, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat sebuah judul berita, contohnya: “Majelis Nurul Huda Depok Menggelar Shalat Gerhana Matahari”.

Terapkan 5W+1H dengan peristiwa yang diangkat

Jika kita aplikasikan sesuai dengan contoh judul diatas, maka: What (Shalat Gerhana Matahari), Where (Halaman Balai Kota Depok), When (Rabu, 8/03/2016), Who (Majelis Nurul Huda Kota Depok), Why (Berharap terlindungi dari segala bentuk juzu) + How (jalannya acara berlangsung).

Susun pola 5W

Susun 5W yang telah ditetapkan sebelumnya menjadi sebuah lead berita. Buatlah lead berita ke dalam satu paragraf saja. Hal ini agar pembaca lead dapat dengan mudah memahami isi berita tersebut.

Menyusun 5W tidak harus berurutan dengan pola What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Who (Siapa) dan Why (Mengapa). Kita bisa merubah urutan 5W tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Untuk contoh di atas, kita bisa susun menjadi sebuah lead berikut:

“Berharap terlindung dari segala bentuk juzu, Majelis Nurul Huda Kota Depok, Jawa Barat, melakukan shalat gerhana matahari di Halaman Balai Kota Depok, Rabu, 8/03/2016”.

Susunlah lead berita yang masih kaku agar mudah dibaca

Koreksi dan tambahkan kalimat dengan lebih lengkap agar informasi yang disampaikan lebih jelas.

Jika perlu, susun kembali dengan menambah beberap kalimat yang bisa membuat poin-poin informasi lebih mudah dipahami.

Deskripsikan peristiwa yang terjadi dengan 1H

Jika pada paragraf pertama lead sudah merangkum 5W, hal selanjutnya adalah mendeskripsikan proses dengan 1H (How) di paragraf selanjutnya. Pastikan, 1H tersebut tidak keluar topik pemberitaan.

Cara menulis berita dengan struktur piramida terbalik

Lead berita (prioritas utama)

Lead ataupun kepala berita merupakan informasi utama yang menjadi prioritas.

Urutannya yang berada di puncak dan menandakan derajat prioritas informasi.

Kenapa dalam lead berita harus memuat unsur 5W + 1H? Hal ini untuk mempermudah editor ketika memotong beberapa bagian berita karena keterbatas halaman tanpa harus merubah isi berita.

Dengan begitu, informasi pada lead masih bisa menjabarkan secara keseluruhan isi berita tersebut.

Neck berita

Neck atau yang dikenal dengan leher berita juga memiliki prioritas yang tidak kalah penting.

Bagian ini disebut leher berita, karena berperan sebagai peralihan alur ataupun sebagai penyambung isi atau gagasan dengan bagian lead.

Body (Badan Berita)

Badan berita umumnya adalah penjabaran gagasan yang ada dalam lead dan neck berita. Penjabaran ini bisa meliputi jawaban dari pertanyaan Why (Mengapa) dan How (Bagaimana).

Body lanjutan

Pada bagian ini, informasi ataupun data yang dilampirkan sebenarnya tidak terlalu penting. Walaupun dihilangkan oleh editor, tetap tidak mempengaruhi substansi atau pokok utama berita tersebut.

Hal-hal penting saat menulis berita

Kejujuran

Dalam menulis berita, Fakta merupakan hal yang memang apa adanya.

Sama halnya dengan sebuah kejujuran, kita tidak dapat mengurangi ataupun menambahkan informasi yang bisa merubah inti berita tersebut.

Opini dan penafsiran dari si penulis haruslah ditulis pada alinea berbeda, dan tunjukkan dengan jelas kepada pembaca mana yang merupakan fakta, opini dan penafsiran dari si wartawan.

Berbohong ketika menulis berita dapat diumpamakan sebagai dosa bagi seorang wartawan.

Perhatikan tanda baca koma

Berhati-hatilah dalam menempatkan tanda baca, khususnya koma. Jika salah menempatkannya, maka pembaca bisa salah mengartikan, contohnya:

“Rivaldi pembegal motor Rio, berhasil ditangkap” dan “Rivaldi pembegal motor, Rio berhasil ditangkap”.

Pada contoh ke-dua, tentu pembaca akan menafsirkan bahwa Rivaldi adalah pembegal motor, namun kenapa Rio yang ditangkap.

Tentu kesalahan ini akan membingungkan pembaca.

Untuk itu, perhatikanlah penempatan koma dengan sebaik-baiknya.

Catat secara mendetail, jangan mengandalkan ingatan

Sebagai seorang wartawan, jangan hanya mengandalkan ingatan. Khususnya, saat melakukan liputan langsung di lapangan.

Hal ini untuk menghindari kemungkinan kesalahan menulis data dan fakta.

Dengan merekam saat liputan, tentu akan memudahkan kita me-review kembali data atau informasi yang didapat sebelumnya.

Tulis kalimat dengan singkat, jelas dan padat

Ada kalanya penulis harus mampu menulis berita dengan singkat, jelas dan padat di waktu yang terbatas.

Misalkan, kamu akan menulis berita kriminal mengenai tindak pencurian, maka tulislah siapa yang menjadi pencuri, siapa korbannya, dan apa yang dicurinya.

Jangan fokus terfokus pada proses pencurian itu terjadi.

Hal yang paling mendasar dalam sebuah berita adalah apa dan siapa, lalu disusul dengan pertanyaan kapan, di mana barulah bagaimana dan mengapa.

Kesalahan saat menulis informasi rujukan terkadang juga sering terjadi.

Contohnya, jangan tulis “Menurut Bapak Ardi, …” tanpa menjelaskan terlebih dahulu siapa Bapak Ardi itu.

Apakah dia saksi mata pencurian, warga sekitar, ataukah pihak berwajib.

Jangan melakukan plagiat

Jangan berpikir jika menyalin berita dari sumber lain, maka tidak akan pernah diketahui.

Percayalah, lambat laun pasti akan diketahui dan dikomplain oleh penulis aslinya.

Banyak sekali artikel yang bertebaran di internet sebagai referensi dan panduan belajar dalam menulis berita. Cara terbaik untuk mengasah kemampuan menulis adalah dengan tetap mencoba dan berlatih terus-menerus.

Scroll to Top