Home » Pelajaran » Biologi » Bagaimana Kualitas Air yang Dapat Digunakan untuk Menyiram Tanaman?

Bagaimana Kualitas Air yang Dapat Digunakan untuk Menyiram Tanaman?

  • by
Bagaimana Kualitas Air yang Dapat Digunakan untuk Menyiram Tanaman

Bagaimana kualitas air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman? Hal terpenting, air yang digunakan untuk menyiram tanaman harus mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Air harus memiliki komposisi yang dibutuhkan tanaman dan tidak membunuh tanaman itu di kemudian hari karena zat-zat tertentu yang terkandung di dalam air tersebut.

Bagaimana kualitas air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman?

Kualitas air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman yaitu harus memiliki yang pH netral, mengandung mineral dengan jumlah normal, memiliki suhu ruangan, tidak terkontaminasi dengan zat berbahaya, tidak memiliki konsentrasi zat larut sangat tinggi.

Pembahasan mengenai kualitas air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman

  1. Tanaman yang disiram dengan pH terlalu asam atau terlalu basa bisa menimbulkan berbagai gangguan dalam proses perkembangan dan kehidupan semua makhluk hidup, termasuk juga dengan tanaman.
  2. Air digunakan untuk menyiram tanaman secara alami harus mengandung beberapa mineral yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut.
  3. Menyiram tanaman dilakukan dengan air yang memiliki suhu ruangan. Dalam arti tidak boleh terlalu dingin ataupun terlalu panas. Suhu yang tidak tepat akan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh tanaman.
  4. Jika tanaman disiram dengan air yang mengandung polutan atau sudah tercemar, maka zat kontaminan didalamnya juga akan terserap oleh tanaman sehingga bisa menumpuk di dalam tanaman. Ketika tanaman tersebut dikonsumsi oleh manusia, akumulasi kontaminan atau zat tercemar tersebut akan pindah ke tubuh manusia.
  5. Jika air dituangkan di atas tanaman memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cairan sel tanaman, maka akan menyebabkan plasmolisis sel tumbuhan mengalami kematian. Dengan kata lain, tumbuhan pun akan mati.

Bagaimana kualitas air yang baik?

Kualitas air yang digunakan oleh manusia untuk memasak atau untuk kebutuhan bahan konsumsi lainnya harus memiliki persyaratan tertentu. Tidak heran, air yang digunakan untuk tujuan manusia perlu dilakukan diuji klinis sebelum kemudian dianalisis dengan beberapa parameter tertentu.

Dalam menentukan kualitas air yang kita gunakan, berikut beberapa indikator air mengalami pencemaran, antara lain:

  1. Jumlah zat terlarut, jika air tercemar, jumlah zat terlarut lebih dari 1000 mg per liter air.
  2. pH atau keasaman, jika air tercemar maka pH tidak netral, hal itu bisa berarti terlalu asam atau terlalu basa.
  3. DO atau oksigen terlarut, jika air tercemar maka kandungan DO-nya kurang dari 5 ppm oksigen.
  4. BOD atau Biological Oxygen Demand, jika air tercemar maka BOD juga tinggi sehingga bisa mengurangi kandungan DO-nya.
  5. COD atau Chemical Oxygen Demand atau oksigen digunakan untuk reaksi zat kimia, jika air tercemar bahan kimia maka COD menunjukan nilai yang tinggi, sehingga mengurangi tingkat DO nya.
  6. Derajat keasaman atau pH air sebagai syarat penting jika air tersebut bebas dari polusi lingkungan adalah 7 atau pH netral. Air memiliki pH netral tentu tidak memiliki rasa sehingga cocok untuk dikonsumsi atau digunakan untuk memasak dan kegiatan rumah tangga lainnya. Jika air memiliki pH asam atau basa, air tidak layak digunakan untuk memasak atau kegiatan rumah tangga lainnya.

Pada dasarnya air di bumi tidak akan pernah habis. Sistem siklus hidrologi dari pergerakan air di bumi adalah sebagai berikut:

Saat hujan, tidak semua air hujan yang jatuh ke bumi dapat digunakan oleh makhluk hidup karena sebagian air akan menguap dengan cepat ke atmosfer dan hanya sebagian dimanfaatkan oleh tanaman, hewan hidup, dan manusia kemudian dilepaskan kembali ke atmosfer melalui respirasi, keringat, dan urin.

Sisanya, air merembes ke air dalam lapisan tanah maupun di permukaan tanah kemudian mengalir ke danau, sungai, dan akhirnya ke laut dan menguap kembali ke atmosfer.

Air yang menguap dari laut, danau atau sungai disebut proses penguapan. Air uap yang mengarah ke atmosfer kemudian akan mengembun membentuk titik-titik awan embun yang kemudian jatuh sebagai hujan.

  • Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai bagaimana kualitas air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman?