Apakah Itu Copywriter? Berikut Penjelasan, Tugas dan Contohnya

Beranda » Apakah Itu Copywriter? Berikut Penjelasan, Tugas dan Contohnya

Copywriter adalah salah satu profesional di bidang advertising komersial. Dalam advertising agency, copywriter akan bekerja dengan art director dan creative director. Mereka akan bekerjasama membuat sebuah ide dan konsep iklan yang menarik.

Jika art director bermain dengan visual, maka copywriter dengan teks atau tulisan. Tugas copywriter adalah menyediakan tagline atau iklan secara tertulis (copy). Keduanya bekerja di bawah tanggung jawab seorang creative director, tergabung dalam creative department.

Apakah itu copywriter?

Copywriter adalah penulis naskah atau pesan pada iklan untuk tujuan mempromosikan dan pemasaran produk.

Naskah iklan yang ditulis meliputi iklan media cetak, TV commercial, radio dan segala media popular lainnya. Seringkali, banyak kesalah pahaman antara copywriter dan content writer. Copywriter dan content writer adalah profesi yang berbeda. Untuk lebih memahami tugas dan jobdesk content writer, baca juga penjelasan tentang apa itu content writer.

Tugas copywriter

Tugas copywriter bukan hanya sekedar menulis. Sebuah copy atau naskah tidak hanya berisikan informasi, kegunaan dan keunggulan produk saja.

Copy juga harus dapat mendeskripsikan produk secara singkat dan dapat menarik minat pembacanya. Arti copy, berarti naskah iklan harus bersifat persuasif, dan dapat secara efektif mempengaruhi keputusan pembelian audiens.

Seiring massive-nya industri digital, maka kebanyakan copywriter bekerja di sektor ini. Perkembangan e-commerce yang begitu cepat juga menjadi salah satu alasannya. Copywriter bertugas menciptakan slogan, teks iklan banner web, straplines dan naskah iklan online lainnya.

Untuk menjadi seorang copywriter, penguasaan dalam menggunakan bahasa adalah hal yang wajib. Wawasan yang luas dan kepekaan terhadap trend serta isu-isu sosial juga menjadi syarat penunjang.

Dalam sehari-hari, tugas copywriter adalah berkreasi dengan kata dan bahasa. Kreatifitas tersebut dituangkan dalam sebuah naskah iklan. Disamping kemampuan bahasa yang mempunyai, copywriter juga harus memiliki pengetahuan di bidang marketing, karena tujuan utama sebuah iklan adalah menjual.

Contoh copywriter membuat Iklan Persuasif dengan AIDA

Mungkin banyak yang pernah mendengar teknik penulisan kalimat persuasif dengan AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Bisa dibilang, teknik penulisan ini sudah terbilang kuno. Namun, masih dianggap cukup efektif dan banyak copywriter yang masih menggunakannya. AIDA menjelaskan empat variabel ketika membuat iklan persuasif.

Teknik penulisan ini juga menjadi teknik dasar yang harus dikuasai seorang copywriter. Berikut ini panduan singkat cara membuat iklan persuasif dengan AIDA.

1. Awareness

Awareness atau kesadaran adalah tahap dimana pesan dapat memunculkan trigger. Tahap ini berhubungan dengan cara mengemas pesan agar menarik perhatian audiens.

Untuk membangun awareness, gunakan kalimat berikut:

“Diskon semua produk, sampai dengan 75%”

Dengan menggunakan kalimat tersebut, perhatian khalayak akan tertuju pada nilai 75%. Padahal, jika dicermati, kalimat tersebut memang menjelaskan semua produk akan mendapat diskon, namun tidak semua produk mendapat diskon sebesar 75%.

Kata “sampai” diartikan diskon memiliki rentan potongan dari 0 – 75%, bukan semua produk mendapat diskon 75%. Di sinilah nila nominal 75% berperan menarik perhatian audiens.

2. Interest

Interest atau ketertarikan adalah tahap bagaimana memunculkan rasa suka dalam diri audiens.

Sebagai contoh:

“Dengan koleksi fashion terbaik, untuk tampil menarik”

Perlu diperhatikan! Pada tahap ini, bangun interest audiens dengan berbicara mengenai keuntungan yang akan mereka dapatkan dari produk tersebut.

3. Desire

Desire atau kebutuhan adalah tahap dimana audiens merasa bahwa produk tersebut memang mereka butuhkan. Seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia memiliki tradisi membeli pakaian baru di hari raya. Tradisi ini seolah menjadi wujud rasa syukur mereka.

Hal inilah yang digunakan copywriter untuk menghubungkan produk dengan kesan hari raya sebagai sesuatu yang fitrah. Pesan yang dapat digunakan dalam membangun desire, seperti:

“Jadikan penampilan terbaik sebagai rasa syukur menyambut hari yang fitrah”

4. Action

Action atau tindakan adalah tahap terakhir. Tahap ini bertujuan agar khalayak segera menentukan tindakan yang diharapkan, yaitu terjadinya pembelian produk.

Pesan yang digunakan untuk membangun sebuah tindakan, biasanya dengan mencantumkan rentan waktu yang terbatas dan lokasi pembelian yang mudah dijangkau, seperti:

“Hanya hari ini”, “Hanya sampai akhir bulan ini” atau “Kunjungi segera outlet terdekat kami”

Teknik copywriting dapat dilakukan bukan hanya dengan AIDA saja. Melainkan juga teknik penulisan persuasif lainnya.

Silakan bereksperimen dengan kreatifitas dan imajinasi untuk mencari formula terbaik dan sesuai dengan gaya penulisan masing-masing.

Kepekaan terhadap fenomena sosial juga dapat menjadi idea segar ketika merancang sebuah pesan atau copy.

Itu sebabnya seorang copywriter biasanya tidak hanya pandai menulis dan menyusun kata saja, tapi juga memiliki ide dan kreativitas dalam membawakan pesan tersebut. Entah melalui kata persuasif, humor, atau sedikit intimidatif.

 

Scroll to Top