Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan antara Trading dan Investasi

Trading dan investasi adalah dua cara yang berbeda untuk berdagang di pasar keuangan. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda dan metode yang berbeda.

Pengertian trading

Trading adalah kegiatan jual beli saham, forex, atau aset lainnya dalam jangka waktu yang sangat singkat. Trader cenderung mengejar keuntungan jangka pendek dengan membeli dan menjual aset dalam waktu yang singkat. Trader cenderung lebih fokus pada analisis teknikal dan fundamental jangka pendek, serta memantau pergerakan harga secara real-time.

Kelebihan trading

  1. Potensi keuntungan yang cepat, karena perdagangan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat.
  2. Fleksibilitas dalam memilih jangka waktu perdagangan.
  3. Kemungkinan untuk mengejar keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek.

Kekurangan trading

  1. Resiko tinggi karena perdagangan dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, sehingga pergerakan harga yang tidak diharapkan dapat terjadi secara cepat.
  2. Memerlukan monitoring yang intensif dan analisis yang baik untuk mengambil keputusan perdagangan yang tepat.
  3. Memerlukan modal yang cukup besar untuk mengcover kerugian yang mungkin terjadi.

Contoh trading

Berikut beberapa contoh jenis trading yang dapat dilakukan:

Trading saham

Membeli dan menjual saham perusahaan dalam jangka waktu yang singkat dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga saham.

Trading forex

Membeli dan menjual mata uang asing dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan nilai tukar mata uang asing.

Trading komoditas

Membeli dan menjual komoditas seperti emas, perak, minyak mentah, dan lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga komoditas.

Trading futures

Membeli atau menjual kontrak berjangka seperti kontrak berjangka emas, minyak mentah, atau indeks saham dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga kontrak berjangka.

Trading cryptocurrency

Membeli dan menjual mata uang digital seperti Bitcoin, Ethereum, dan lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga mata uang digital.

Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai jenis trading yang tersedia. Ada banyak pilihan trading lainnya yang dapat dipertimbangkan, seperti trading indeks, trading ETF, dan lain sebagainya. Setiap jenis trading memiliki potensi keuntungan dan risiko yang berbeda, sehingga penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum memutuskan untuk melakukan trading.

Pengertian investasi

Investasi adalah penanaman modal dalam jangka panjang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan nilai aset yang diinvestasikan. 

Investor cenderung lebih fokus pada analisis fundamental jangka panjang dan mengejar keuntungan jangka panjang. Investor cenderung lebih fokus pada analisis fundamental jangka panjang dan mengejar kinerja perusahaan daripada harga saham jangka pendek.

Kelebihan investasi

  1. Potensi keuntungan yang lebih stabil dalam jangka panjang.
  2. Fleksibilitas dalam memilih jenis investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko investor.
  3. Kemungkinan untuk mengejar keuntungan dari kinerja perusahaan yang baik.

Kekurangan investasi

  1. Potensi keuntungan yang lebih lambat dibandingkan dengan trading.
  2. Resiko yang lebih rendah dibandingkan dengan trading, namun masih ada risiko yang harus diperhitungkan.
  3. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk mengamati kinerja perusahaan dan menganalisis situasi pasar.

Perlu diingat bahwa keputusan investasi atau trading harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan tujuan keuangan, profil risiko, dan pengalaman masing-masing individu. 

Namun, sebaiknya investor yang ingin mengejar keuntungan jangka pendek melakukan trading, sementara investor yang ingin mengejar keuntungan jangka panjang melakukan investasi.

Contoh investasi

Berikut beberapa contoh jenis investasi yang dapat dilakukan:

Investasi saham

Membeli saham perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham dan/atau dividen yang dibagikan oleh perusahaan.

Investasi obligasi

Membeli surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayar oleh penerbit obligasi.

Investasi properti

Membeli tanah, rumah, atau bangunan lainnya dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga properti dan/atau pendapatan dari sewa properti.

Investasi reksadana

Menempatkan dana ke dalam portofolio efek yang dikelola oleh manajer investasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kinerja efek yang dipilih oleh manajer investasi.

Investasi emas

Membeli emas fisik atau menempatkan dana ke dalam produk investasi yang berbasis emas, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas.

Investasi deposito

Menempatkan dana ke dalam rekening bank dengan suku bunga yang lebih tinggi dibanding rekening tabungan biasa.

Investasi P2P lending

Meminjamkan dana kepada peminjam dengan suku bunga yang lebih tinggi dari deposito biasa melalui platform online yang menjembatani antara peminjam dan investor.

Ini hanyalah beberapa contoh dari berbagai jenis investasi yang tersedia. Ada banyak pilihan investasi lainnya yang dapat dipertimbangkan, seperti investasi dalam cryptocurrency, investasi dalam start-up, dan lain sebagainya. Setiap jenis investasi memiliki potensi keuntungan dan risiko yang berbeda, sehingga penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum memutuskan untuk melakukan investasi.

Perbedaan antara trading dengan investasi

Secara umum, trading lebih cocok untuk mereka yang ingin mengejar keuntungan jangka pendek dan lebih fokus pada analisis teknikal dan fundamental jangka pendek. 

Sedangkan investasi lebih cocok untuk mereka yang ingin mengejar keuntungan jangka panjang dan lebih fokus pada analisis fundamental jangka panjang. Namun, ada juga investor yang melakukan trading saham jangka pendek sebagai bagian dari strategi investasinya.