Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Reasuransi, Jenis dan Tujuannya

Pengertian Reasuransi, Jenis dan Tujuannya

Jika sebelumnya kita telah membahas mengenai koasuransi, maka pembahasan kali ini adalah mengenai reasuransi. Apa sih pengertian reasuransi itu? Lalu apa saja jenis dan tujuan dari reasuransi. Untuk membahas hal tersebut, berikut ini beberapa penjelasannya.

Pengertian reasuransi

Reasuransi adalah kontrak di mana perusahaan asuransi mengalihkan sebagian risiko yang diasuransikan ke perusahaan reasuransi. Tujuannya adalah untuk membatasi jumlah kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan asuransi jika terjadi kerugian besar. Reasuransi dapat digunakan untuk berbagai jenis asuransi, termasuk asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa.

Jenis reasuransi

Reasuransi dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu treaty dan facultative. Namun, beberapa juga ada yang membaginya menjadi empat jenis. Berikut ini penjelasannya.

1. Treaty

Reasuransi ini adalah jenis reasuransi di mana perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi menandatangani kontrak untuk mengalihkan sebagian risiko yang diasuransikan dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, perusahaan asuransi harus menawarkan kontrak reasuransi kepada perusahaan reasuransi tertentu sebelum mengambil risiko tersebut.

Kontrak treaty reasuransi dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Treaty pro-rata

Perusahaan reasuransi membayar sebagian dari kerugian sesuai dengan persentase yang disepakati dalam kontrak reasuransi.

Treaty excess of loss

Perusahaan reasuransi hanya membayar kerugian yang melebihi batas yang disepakati dalam kontrak reasuransi.

Reasuransi treaty biasanya digunakan untuk menangani risiko yang besar atau risiko yang dianggap tidak stabil. Hal ini dilakukan untuk membatasi kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan asuransi dan untuk meningkatkan solvabilitas perusahaan asuransi.

Reasuransi treaty juga dapat digunakan untuk membagi risiko kepada beberapa perusahaan reasuransi, sehingga mengurangi risiko yang ditanggung oleh perusahaan reasuransi tunggal.

2. Facultative

Reasuransi ini adalah jenis reasuransi di mana perusahaan asuransi atau reasuransi memiliki pilihan untuk mengangkat atau tidak mengangkat risiko tertentu yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi atau reasuransi lain. 

Dalam hal ini, perusahaan asuransi atau reasuransi yang menawarkan risiko dapat memilih untuk mengangkat atau menolak risiko tersebut tergantung pada kondisi tertentu. 

Fakultatif reasuransi biasanya digunakan untuk menangani risiko yang lebih besar atau khusus yang mungkin tidak ditangani oleh perusahaan asuransi atau reasuransi yang lebih kecil atau kurang berpengalaman.

3. Facultative Obligatory

Reasuransi ini adalah jenis reasuransi di mana perusahaan asuransi dalam jaminan wajib untuk mengalihkan sebagian risiko yang diasuransikan ke perusahaan reasuransi. Dalam hal ini, perusahaan asuransi harus menawarkan kontrak reasuransi kepada perusahaan reasuransi tertentu sebelum mengambil risiko tersebut.

Perusahaan asuransi dapat memilih untuk mengambil risiko tersebut sendiri jika perusahaan reasuransi tidak mau mengambil resiko tersebut. Namun, jika perusahaan reasuransi menerima untuk mengambil risiko tersebut, perusahaan asuransi harus menandatangani kontrak reasuransi dengan perusahaan reasuransi tersebut.

Reasuransi facultative obligatori biasanya digunakan untuk risiko yang besar atau risiko yang dianggap tidak stabil. Hal ini dilakukan untuk membatasi kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan asuransi dan untuk meningkatkan solvabilitas perusahaan asuransi.

4. Pool

Reasuransi ini adalah jenis reasuransi di mana beberapa perusahaan asuransi atau reasuransi bergabung bersama untuk mengalihkan risiko kepada perusahaan reasuransi yang dikelola secara kolektif. 

Dalam hal ini, perusahaan-perusahaan asuransi atau reasuransi yang bergabung dalam pool menyediakan dana yang digunakan untuk menanggung kerugian yang mungkin terjadi.

Pool ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menangani risiko yang besar atau risiko yang dianggap tidak stabil. Hal ini dilakukan dengan cara meningkatkan solvabilitas perusahaan asuransi yang bergabung dalam pool dan membatasi kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Pool reasuransi dapat dibentuk untuk berbagai jenis asuransi, termasuk asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi kesehatan, dan asuransi jiwa. Beberapa contoh pool reasuransi yang dikenal di dunia adalah Pool Asuransi Kerugian Umum di Amerika Serikat dan Pool Asuransi Kerugian di Inggris.

Tujuan reasuransi

Ada beberapa tujuan yang menjadi alasan dari reasuransi. Berikut ini penjelasannya.

Membatasi kerugian

Reasuransi digunakan untuk membatasi jumlah kerugian yang mungkin ditanggung oleh perusahaan asuransi jika terjadi kerugian besar. Ini dilakukan dengan cara mengalihkan sebagian risiko kepada perusahaan reasuransi.

Meningkatkan solvabilitas

Reasuransi digunakan untuk meningkatkan solvabilitas perusahaan asuransi dengan cara mengalihkan sebagian risiko kepada perusahaan reasuransi. Ini membantu perusahaan asuransi untuk memenuhi persyaratan modal yang ditetapkan oleh otoritas regulasi.

Memperluas pasar

Reasuransi digunakan untuk memperluas pasar perusahaan asuransi dengan cara mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi yang berbasis di negara lain. Ini membantu perusahaan asuransi untuk menangani risiko yang berbeda dan memperluas pasar yang tersedia untuk perusahaan asuransi.

Memperbaiki efisiensi

Reasuransi juga digunakan untuk memperbaiki efisiensi perusahaan asuransi dengan cara mengalihkan sebagian risiko kepada perusahaan reasuransi. Hal ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk meningkatkan efisiensi dalam menangani risiko yang besar atau tidak stabil.

Memperluas kapasitas

Reasuransi juga digunakan untuk memperluas kapasitas perusahaan asuransi dengan cara mengalihkan sebagian risiko kepada perusahaan reasuransi. Hal ini memungkinkan perusahaan asuransi untuk menangani risiko yang lebih besar dan memperluas kapasitas yang tersedia untuk perusahaan asuransi.

Keuntungan reasuransi bagi perusahaan asuransi

Reasuransi memberikan beberapa keuntungan bagi perusahaan asuransi, diantaranya:

Manajemen risiko

Reasuransi membantu perusahaan asuransi mengelola risiko yang dihadapi dengan mengangkat sebagian risiko kepada reasuransi. Hal ini membantu perusahaan asuransi untuk mengurangi potensi kerugian yang mungkin terjadi.

Diversifikasi risiko

Reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi untuk menyebar risiko ke berbagai jenis risiko dan geografis, sehingga mengurangi dampak potensi kerugian dari satu jenis atau lokasi risiko tertentu.

Solvabilitas

Reasuransi membantu perusahaan asuransi untuk memenuhi persyaratan modal yang ditetapkan oleh otoritas regulasi dengan mengangkat sebagian risiko kepada reasuransi.

Kemampuan untuk menawarkan produk asuransi yang lebih besar

Reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi untuk menawarkan produk asuransi yang lebih besar dan lebih kompleks karena mereka dapat mengangkat sebagian risiko kepada reasuransi.

Pengembangan pasar: Reasuransi memungkinkan perusahaan asuransi untuk mengembangkan pasar yang lebih luas dengan mengangkat sebagian risiko kepada reasuransi, sehingga perusahaan asuransi dapat menawarkan produk asuransi di pasar yang sebelumnya tidak dapat dijangkau.