Pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan?

Pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan? Pluralitas budaya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi ini mengacu pada keragaman di negara ini, mulai dari keanekaragaman budaya, ras, etnis, dan keanekaragaman agamanya.

Seperti yang diketahui, bangsa Indonesia merupakan daerah kepulauan yang dipisahkan oleh lautan dan selat. Pemisahan ini menciptakan kondisi masyarakat yang majemuk dengan berbagai perbedaan etnis dan pluralitas budaya. Sebelum membahas pertanyaan mengenai pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan cara apa, maka sebaiknya kamu memahami apa itu pluralitas budaya.

Pemahaman tentang apa itu pluralitas budaya?

Mengutip jurnal pendidikan multikultural dalam pluralisme bangsa menurut Prof. Hansel Farida Hanum, M.Sc, pluralisme bangsa adalah pandangan yang mengakui keragaman budaya dalam berbangsa.

Mengutip jurnal pendidikan multikultural: upaya untuk meminimalkan konflik di era pluralitas agama oleh Ruslan Ibrahim, pluralitas budaya adalah interaksi sosial dan politik antara orang-orang yang berbeda, dalam kehidupan dan pemikiran dalam masyarakat.

Pluralitas budaya bangsa sebaiknya disikapi dengan?

Idealnya, pluralisme budaya mengacu pada penolakan rasisme dan menerima keberagaman. Pluralitas budaya dapat membawa dampak negatif jika ditanggapi dengan cara yang salah. Oleh karena itu, pluralitas budaya harus ditangani dengan cara yang benar, yaitu keseragaman.

Keseragaman berarti bahwa setiap orang harus melihat pluralitas budaya sebagai kesamaan, persatuan, dan kesetaraan sehingga perdamaian dan kesejahteraan terjadi di masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan saling menghormati, toleransi, dan memiliki sikap memiliki dan membutuhkan satu sama lain.

Selain itu, masyarakat juga harus menghindari sikap yang tidak baik dan dapat menyebabkan konflik seperti dengki, fitnah, curiga, dan lainnya.

Sikap yang tepat dalam menanggapi pluralitas dapat dilakukan menanamkan sikap toleransi dan menghormati, dimulai dari sistem pendidikan terlebih dahulu. Seperti guru yang terus menanamkan nilai-nilai multikultural dan saling menghormati dan sesama murid saling menjaga toleransi agar kedepanya kondisi lingkungan, bermasyarakat dan bernegara lebih aman, tentram dan humanis.