Apa yang Dimaksud dengan Sampah Anorganik

Apa yang dimaksud dengan sampah anorganik? – Pertumbuhan populasi dunia semakin melonjak dan kepadatan penduduk pun tidak dapat dihindari. Begitu juga dengan sektor industri yang terus tumbuh karena populasi dan kebutuhan manusia yang juga terus meningkat.

Hal ini tentu meninggalkan berbagai masalah sosial dalam masyarakat, salah satunya adalah masalah limbah. Salah satu limbah atau sampah tersebut adalah sampah anorganik. Apa sih sampah anorganik itu?

Apa yang dimaksud dengan sampah anorganik

Limbah atau sampah anorganik adalah sampah yang dihasilkan dari bahan non-biologis, baik dalam bentuk produk sintetis dan hasil teknologi pemrosesan dan pembuatannya.

Contoh pemrosesannya sendiri berasal sumber daya atau bahan yang tidak dapat diurai secara alami, misalnya: botol plastik, kantong plastik, kaleng.

Jenis-jenis limbah dan sampah

Secara umum, jenis limbah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu limbah organik, limbah anorganik, dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya). Namun, apa sih pengertian limbah itu?

Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu waktu dan tempat tertentu tidak diinginkan oleh lingkungannya karena tidak memiliki nilai ekonomi. Limbah bisa dalam bentuk limbah padat, cair dan gas. Berikut ini pembagian beberapa jenis limbah:

Limbah organik

Limbah organik adalah limbah yang berasal dari jaringan organisme dan umumnya mudah diuraikan. Contoh limbah organik ini adalah daun, sayuran, ternak, buah, tanaman dan produk alami lainnya yang bisa terurai secara alami.

Limbah anorganik

Apa yang dimaksud dengan sampah anorganik? Mudahnya, limbah ini adalah kebalikan dari limbah organik. Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan non-biologis dan umumnya akan sulit diurai. Contoh limbah anorganik antara lain: bahan logam seperti besi, aluminium, timah, kaca, dan produk sintetis seperti plastik dan sebagainya.

Limbah B3

Limbah B3 atau bahan beracun dan berbahaya adalah limbah yang berasal dari berbagai jenis bahan kimia beracun dan berbahaya. Contoh limbah B3 termasuk: pestisida, baterai yang telah habis, minyak bekas, tumpahan minyak, dan lainnya.

Cara penanganan limbah

Masyarakat terkadang kurang perhatian akan pentingnya lingkungan yang sehat. Tak heran, kesadaran mereka juga terbilang rendah, sehingga pencemaran lingkungan bisa berdampak buruk pada berbagai sistem kehidupan termasuk bagi manusia itu sendiri.

Karena itu, untuk meminimalkan dampak polusi dari limbah dan sampah-sampah tersebut, masyarakat dapat melakukan pendauran ulang limbah. Penanganan limbah organik sendiri bisa dilakukan secara langsung, misalnya dengan memanfaatkannya sebagai pakan ternak atau pupuk untuk tanaman.

Adapun penanganan limbah anorganik bisa dilakukan melalui daur ulang, misalnya mendaur ulang kertas kembali menjadi kertas baru. Untuk bahan lainnya seperti plastik, biasanya proses daur ulangnya dilakukan dengan cara mengolahnya menjadi berbagai macam barang lainnya seperti tas, peralatan makan dan botol minuman.

Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai pertanyaan apa yang dimaksud dengan sampah anorganik.